Solo Trip ke Wakatobi, 5-10 Oktober 2011

Trip ini merupakan trip ternekad dan tergila gw. Kenapa begitu? Bayangin aja, trip ini nggak ada persiapan sama sekali layaknya trip-trip gw sebelumnya. Tambahan lagi, ini solo trip. Tanpa persiapan banyak, dengan waktu hanya 2 minggu sejak pembelian tiket, gw mulai ngumpulin data-data tentang Wakatobi. Alhamdulillahnya, ketika gw beli tiket trip ini, ada teman yg kebetulan lg ngetrip ke sana trus juga di salah satu majalah traveling dikupas tuntas tentang Wakatobi.

Nah, hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Berbekal ijin ½ hari di Selasa, 4 Oktober 2011 serta ngantongin cuti sampe 10 Oktober 2011, solo trip gw ke Wakatobi dimulai. Hari Selasa itu, dengan DAMRI terakhir dari terminal Pasar Minggu, pukul 21:00 gw udah nongkrong di bandara Soetta, sedangkan pesawat gw masih Rabu, 5 Oktober 2011 pukul 00:30 which is masih 3 jaman lagi…Huhuhu..Tapi langsung aja gw check-in di counter Sriwijaya Air. Trus abis check-in kebingungan mau ngapain. Mau tidur takut bablas (nyadar klo gw tidur udah kaya kebo), mau melek takut ngantuk dan ngedrop besoknya. Tapi akhirnya gw paksain melek…@.@..Oiya tiket Jakarta-Makassar ini gw beli dengan harga Rp 540 ribu, lumayanlah ya untuk ke Makassar.

Pkl 00:45 WIB, penumpang mulai diminta boarding ke pesawat..Yayyyy…Saatnya tidur…;p

Nggak berasa, tiba-tiba udah ada pengumuman dr flight attendance kalo udah mau landing di Makassar. Dan gw liat jam masih pkl 04:00 WITA..OK, bakalan lanjut tidur di dalam bandara karena flight selanjutnya ke Bau-bau adalah pkl 10:00!! 😀

Sampai akhirnya flight ke Bau-bau tiba..Flight dari Makassar ke Bau-bau gw pake Express Air seharga Rp 1.01 juta PP. Nah, untuk nunggu flight ini, selain tidur, gw puas-puasin istirahat dan makan di executive lounge. Beruntungnya punya credit card yang gratis iuran tahunan seumur hidup plus bisa ke lounge di bandara-bandara..

Sesampainya di bandara Betoambari sekitar pkl 11:00 WITA, bandara yang hanya sebesar bandara Komodo, sebenarnya gw udah janjian dengan seorang teman dr teman, tapi berhubung dia mendadak sibuk, gw akhirnya nyamperin tukang ojek yang mangkal dan deal dengan Rp 60 ribu untuk mengantar ke penginapan terus lanjut keliling-keliling kota Bau-bau. Gw langsung ke penginapan Marannu (rekomendasi teman) dan ambil kamar yang cuma Rp 60 ribu karena cuma numpang taruh barang dan mandi. Kan kapal ke Tomia hari itu juga pukul 21:00 WITA.

Tujuan pertama gw adalah pelabuhan Murhum untuk membeli tiket kapal sekaligus nge-take tempat dengan cara melipat matras. Hari itu kapal kayu yang ke Tomia bernama Wisata Indah 1 dengan tiket seharga Rp 130 ribu. Selesai memberli tiket, gw melanjutkan eksplor kota Bau-bau dg mengunjungi patung naga simbol kota yang terletak di pantai Kamali, tak jauh dari pelabuhan. Hanya sebentar mengabadikan patung ini, gw lanjutkan perjalanan ke benteng Bau-bau, lambang Bau-bau yang dibuat menyerupai Hollywood serta air terjun Tirta Rimba yang sayangnya sedang kering 😦

Puas eksplor kota Bau-bau, gw balik ke penginapan untuk istirahat sambil nunggu kapal yang akan membawa gw ke Tomia Wakatobi, tujuan sesungguhnya. Dan tak terasa, pkl 20:00 WITA sudah, gw buru-buru ke pelabuhan dan naik ke kapal. Tapi sayangnya, nggak hanya pesawat aja yang delay, Wisata Indah 1 ini pun delay! Pkl 21:25 WITA, kapal baru berlayar ke Tomia dan gw pun langsung tidur aja karena penumpang lainnya juga tertidur.

Keesokan harinya sekitar subuh gw tersentak bangun karena mulai ramai obrolan penumpang. Yak mayoritas mereka saling mengenal satu sama lain. Gw akhirnya memutuskan naik ke atas dek untuk menunggu matahari terbit. Namun setelah menunggu selama ½ jam, matahari malu-malu di balik awan. Yasudah gw turun lagi.  Ternyata ABK mulai membagikan teh atau kopi kepada penumpang. Dan kemudian mereka menghidangkan nasi serta lauk ikan sebagai sarapan. Dan selesai sarapan, gw balik ke matras & ngeluarin majalah yang mengulas Wakatobi, lalu mulailah beberapa bapak-bapak menghampiri gw karena penasaran ama majalah itu. Alhasil jadilah gw ngobrol ama mereka. Ada cerita yang menarik yaitu tentang kontroversi nama Wakatobi dimana warga di Binongko, pulau terbesar terselatan menolak penamaan kabupaten Wakatobi. Mereka mempertanyakan mengapa nama Binongko ditaruh di akhir dan kenapa tidak dibalik menjadi Bitokawa. Menurut penjelasan bupati, karena pulau yang pertama terakses dari Kendari (ibukota Sulawesi Tenggara) adalah Wangi-wangi. Ada cerita lain, yaitu sebelum menjadi kabupaten Wakatobi, kepulauan ini terdiri dari 2 distrik yaitu Wandupa dan Tombino.

Pkl 12:00 WITA, kapal Wisata Indah 1 baru mulai mencapai pelabuhan Teluk Waiti’i di Tomia, terlambat sekitar 3jam! Dan dikarenakan air sedang surut, kapal tidak bisa bersandar dan penumpang naik ojek kapal kecil untuk mencapai pelabuhan dg membayar Rp 10 ribu. Sesampainya di pelabuhan, sudah ada warga Tomia yang sebelumnya gw kontak menjemput. Warga Tomia ini adalah warga yang sebelumnya ditumpangi teman sewaktu mengunjungi Tomia. Beristirahat sejenak & makan siang, kemudian meminta bapak yang punya rumah untuk mengantarkan gw snorkeling di seputaran Tomia yang tidak begitu jauh karena kapal yang dimilikinya hanya katinting saja, yaitu kapal kecil bermotor. Rencananya gw akan snorkeling di seputar Marimabuk dan pantai Kalla-Soha saja. Begitu sampai di Marimabuk, langsunglah gw nyebur dan WOW, gw langsung terperangah oleh keindahannya. Karang-karangnya begitu beragam dan rapat. Ikannya juga beragam. Tambahan lagi, gw snorkeling di sekitar tebing karang..Indahnya..Gw terus snorkeling sambil sesekali menengok ke atas untuk melihat si nelayan. Begitu matahari mulai agak turun, gw langsung naik ke kapal. Begitu gw naik, gw tanya ke anak si nelayan dan ternyata gw snorkeling dari Marimabuk sampe hampir Teluk Waiti’i!! Gosh, benar-benar nggak berasa capek berenang sambil memandangi keindahan bawah laut Tomia. Tak heran Wakatobi dijuluki Surga Nyata Bawah Laut. Gw nggak bisa ngebayangin gimana indahnya jika diving, wong snorkeling aja cukup memukau. Tadinya niat mau nunggu sunset sambil menghilangkan cape sejenak di pantai pasir putih Hondue. Pantainya sepi banget dan bersih. Lalu kembalilah kami ke rumah. Nah untuk sewa kapal ini gw kasih Rp 50 ribu untuk pengganti BBM & uang capek. J

Esoknya, 7 Oktober 2011, gw rencananya mau snorkeling sekitaran Pulau Sawa. Nah karena pulau ini letaknya agak jauh dari pulau Tomia, maka gw nggak bisa pakai kapal yang kemarin. Arus untuk menuju pulau Sawa ini agak berombak. Jadilah gw harus sewa kapal motor agak gede seharga Rp 250 ribu seharian. Itu juga hasil nego. Petualangan dimulai agak pagi, sekitar pukul 7:30 WITA karena rencananya agak sorean gw eksplor daratan Tomia. Spot turun pertama gw adalah Marimabuk (lagi) dan pantai Kalla-Soha (lagi). Dan di kedua tempat ini gw masih terpesona, walau sebelumnya udah pernah turun. Puas snorkeling di sana, gw lanjutin ke pulau Sawa sambil memandangi resor mahal Wakatobi Dive Resort di pulau Onemobaa dari kejauhan. Underwater di pulau Sawa ini sama WOW-nya dengan sekitaran Tomia. Koral berwarna-warni serta ikan-ikan berseliweran. Di sekitar pulau ini juga ada yang sedang diving. 2jaman bersnorkeling ria di sini, gw menepi sebentar ke pantainya. Wuih, pantai pasir putih yang luas dan tak berpenghuni. Ahh seandainya bawa hammock, bisa leyeh-leyeh di sana seharian. Hehehe.. Selesai memotret daratan pulau, gw kembali turun snorkeling lagi…Wohoooo..Surga bawah laut!! Sampai akhirnya puas & liat jam udah pkl 14:00 WITA, gw meminta pak nelayan untuk mengantarkan gw balik ke Tomia. Lanjutlah petualangan gw keliling daratan Tomia. Untuk eksplor daratan Tomia, gw sewa ojek sebesar Rp 60 ribu seharian. Tujuan pertama adalah Te’e Wali, yaitu gua terbuka dengan sumber mata air yang biasa dgunakan warga sebagai tempat cuci & mandi. Gak lama di sana, gw langsung lanjut ke airport Maranggo, sebuah airport yang dipergunakan untuk flight dari Denpasar & biasanya tamu yang menginap di WDR. Kemudian gw lanjut ke bukit Tomia untuk melihat sunset. Namun nasib baik nggak berpihak, matahari malu-malu di balik awan. Akhirnya gw balik deh ke rumah. Sebelum meninggalkan keluarga yang menampung gw, gw kasih uang sebesar Rp 100 ribu sebagai tanda terima kasih telah memberikan tumpangan sekaligus membantu gw selama di Tomia.

Tangal 8 Oktober 2011, hari ini gw harus ke Kaledupa karena ingin snorkeling di pulau Hoga yang terkenal itu. Pukul 8:00 WITA gw dah standby di pelabuhan Waha karena pkl 9:00 WITA, kapal antar pulau akan mengantarkan gw. Alhamdulillahnya kapal yang jalan hari itu adalah speedboat, jadi lebih cepat sampai. Tiket kapal dari Tomia menuju Kaledupa sebesar Rp 50 ribu. Tak sampai 1.5 jam, kapal telah bersandar di pelabuhan Taaw. Nah, karena pelabuhan ini berada di ujung selatan Kaledupa, gw naik ojek Rp 25 ribu untuk mengantar gw ke Ambeua. Ojek ini telah dibookingin ama keluarganya si keluarga di Tomia. Karena mereka khawatir dengan gw yang jalan sendirian dan kata mereka Kaledupa itu lebih rawan dibandingkan Wangi-wangi & Tomia. Alhamdulilah yaa…  Setelah sampai di rumah sanak keluarga dari keluarga yang di Tomia, gw istirahat sebentar untuk kemudian keliling Hoga. Untuk keliling Hoga, gw sewa kapal sebesar Rp 150 ribu seharian. Perjalanan dari Ambeua ke Hoga memakan waktu 30 menit. Langsung deh gw nyebur di spot yang dibilang bagus oleh si nelayan. Begitu nyebur gw langsung kecewa. Hoga yang dari beberapa blog & review teman dibilang bagus tapi cuma begitu doank, Bahkan kalo gw bandingin ama beberapa spot di kepulauan Seribu juga masih kalah. Nggak sampe 1jam gw snorkeling, gw naek & langsung menepi di pantainya. Nah kalo pantainya memang bagus. Gw juga sempet keliling pulaunya melihat banyaknya penginapan di pulau ini. Selesai berkeliling, gw langsung menuju kapal. Kali ini gw snorkeling nggak sendirian karena sempat berkenalan ama bule asal Italy yang baru sampai di Hoga. Gw langsung bilang juga ke dia kalo emang mau diving mendingan ke Tomia, sambil gw tunjukin juga hasil foto gw di Tomia. Alhamdulillah, snorkeling kedua di Hoga ini bisa menghibur gw. Pasalnya, gw ketemu dengan beberapa scorpion fish..Hehheehe…Setelah puas, gw kembali ke Kaledupa dan sempat mampir juga di perkampungan suku Bajo

Keesokannya, 9 Oktober 2011, pagi hari setelah subuh, gw udah diantarkan ke pelabuhan Ambeua untuk mengejar kapal yang akan mengantar gw ke Wangi-wangi. Dan pukul 5:00 WITA, speedboat mulai berlayar ke Wangi-wangi dengan tiket seharga Rp 50 ribu. Dan pukul 7:00 WITA, gw udah sampe di pelabuhan Mola dan gw dah dijemput ama anak dari keluarga yang gw inepin di Kaledupa. Hehehe..Istirahat sebentar di rumahnya, gw langsung diajak keliling Wanci. Tujuan pertama adalah beberapa gua terbuka/pemandian, lalu dilanjutkan lagi ke pantai Waha dan ditutup dengan mengunjungi pantai Patuno dimana resort Patuno yang terkenal dan dimiliki Bupati itu berada. Sebelum sampai di Patuno, gw sempat diajak melihat acara adat dimana ada pembuatan nasi bambu serta tombole. Oiya, gw juga nggak lupa mengunjungi Keraton Liya. Sepulangnya dari keraton, gw mampir ke pelabuhan Wanci untuk membeli tiket kapal ke Bau-bau. Tapi gw dikagetkan dengan adanya sosok besar KM Kelimutu yang baru bersandar dari Ambon. Nah, si kapal kayu tak terlihat. Madiens, guide gw selama di Wanci menyarankan gw untuk naik kapal ini aja, karena tujuannya ke Bau-bau juga. Sempat bingung karena gw belum packing barang juga. Tapi gw akhirnya memutuskan naik KM Kelimutu karena takut si kapal kayu nggak jalan karena penumpangnya kebanyakan naik KM Kelimutu. Buru-buru ke rumah langsung packing dan kembali ke pelabuhan. Sebelum meninggalkan Wanci, gw ngasih uang bensin + uang rokok karena dah mengantar gw keliling Wanci sebesar Rp 50 ribu, itung-itung sewa ojek. J Tiket KM Kelimutu sampe Bau-bau seharga Rp 80 ribu untuk kelas ekonomi dan berangkat pukul 19:00 WITA. Mendapat peringatan dari penumpang lain, gw nggak bisa tidur pulas karena katanya ada gerombolan pencopet. Hikzz

Minggu, 10 Oktober 2011 pukul 3:00 WITA kapal sudah bersandar di pelabuhan Murhum. Gw langsung jalan kaki ke penginapan Marannu dan check-in di kamar seharga Rp 75 ribu karena ada TV. Flight yang akan membawa gw ke Makassar masih pkl 14:00 WITA jadi gw manfaatin untuk tidur karena kurang tidur. Dan pkl 12:30 WITA gw berangkat naek ojek (Rp 20 ribu) ke Betoambari untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Jakarta dengan Lion Air. Tiket Makassar-Jakarta gw beli seharga Rp 800 ribu.. Cukup mahal memang, tapi ini karena menyesuaikan jadwal & spare waktu juga.

TOTAL PENGELUARAN:

  1. Tiket + airport tax:

–          Jkt-Mks by Sriwijaya Air Rp 540.000

–          Mks-Baubau by Express Air pp Rp 1.010.000

–          Mks-Jkt by Lion Air Rp 800.000

–          Airport tax Soeta Rp 40.000

–          Airport Hasanuddin Rp 40.000 x2 = Rp 80.000

–          Airport tax Betoambari Rp 14.000

è Rp 2.484.000

  1. Di luar tiket (penginapan, transport, dll):

–          Ojek keliling Bau-bau Rp 60.000

–          Penginapan di Bau-bau Rp 60.000

–          Tiket Baubau-Tomia Rp 130.000

–          Ojek kapal Tomia Rp 10.000

–          Sewa katinting untuk snorkeling Rp 50.000

–          Sewa kapal ke Sawa Rp 250.000

–          Ojek keliling Tomia Rp 60.000

–          Uang tanda terima kasih ke tempat menginap Rp 100.000

–          Kapal Tomia-Kaledupa Rp 50.000

–          Ojek Taaw-Ambeua Rp 25.000

–          Kapal Kaledupa-Mola (Wangi-wangi) Rp 50.000

–          Uang rokok+bbm Rp 50.000

–          Tiket PELNI Wanci-Baubau Rp 80.000

–          Penginapan di Bau-bau Rp 75.000

–          Ojek ke Betoambari Rp 20.000

è Rp. 1.070.000

 

Total Pengeluaran: Rp 3.554.000

Full album perjalanan ini dapat dilihat di WAKATOBI

Advertisements

7 responses to “Solo Trip ke Wakatobi, 5-10 Oktober 2011

  1. Anthonik!

    *serius nyesel buka blog ini*
    *bikin pengen nyebur* *nyebur ke empang sebelah kantor*

    Huaaa wakatobiiii…

    Btw, foto2 di FB masukin kesini aja Tho.. sayang nangkring di situ, audiensnya terbatas di temen2 ajah.

    • Hahaha…iya pengen gw masukin ke flickr gw sih..td ada masukan jg dr SHU..tp bingung mau yg mana..masa smua?

      • cinih2 akoh pilihin hohoho….
        tp gue suka si angle lo moto..byk yg ga biasa. contohnya yg perahu diatas, mungkin aslinya ga semenarik ini.. ;))

      • ubek2 foto di FB…kasi komen/like yg mau dimasukin yaa 🙂
        thx aciddd *hug*
        klo ttg angle..itu mah keberuntungan aja 🙂

  2. Mas, mo tanya tips nya ya,
    kalau lagi solo trip trus snorkeling / diving di daerah begitu, dompet + tiket barang berharga ditaruh di penginapan atau dibawa2 terus pake dry bag?
    makasih sebelumnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s