Nginap di Bandara?! Siapa Takut?!

Mau memangkas budget traveling? Atau mungkin nggak mau ketinggalan pesawat karena bangun kesiangan? Atau nggak berani pulang karena pesawatnya landing kemalaman? Kenapa nggak nginap di bandara? Ahh kan nggak aman… Ahh kan nggak nyaman…Well, kita bisa siasati kok. Lagian tidur di bandara nggak selalu identik ama backpacker kok.
Gw pernah beberapa kali nginap di beberapa bandara. Alasan utama sih ya mangkas budget traveling untuk nginap di hotel, terutama kalo pas traveling ke luar Indonesia (padahal ke luar negeri baru ke Cina hahaha). Berangkat dari Jakarta pukul 20:00 sampe Kuala Lumpur pukul 21:00 dan flight ke Cinanya itu pagi pukul 5:00, jadi mendingan menginap di bandara LCCT kan? Alasan lainnya adalah malas bangun pagi ngejar Damri buat ke bandara. Nah, kalo yang ini paling sering gw nginap di SHIA. Pengalaman pertamanya saat mau ke Kangean pake Mandala (jaman belum gabung ama Tiger). Flight ke Surabaya pukul 5:00, tapi gw bertiga ama teman gw udah di bandara dari pukul 21:00. Untungnya si Mandala di terminal 3 yang notabene masih baru. Walaupun kita semua tidurnya di kursi tunggu depan pintu kedatangan :p

Sedikit tips dari gw bagi yg mau menginap di bandara:

======= Datang lebih awal dan cari tempat se-PW mungkin =======

Pemikiran untuk menginap di bandara kan nggak cuma terpikir oleh kalian. Banyak penumpang lain yang juga memikirkan untuk menginap di bandara. Jadi, untuk menghindari nggak kebagian tempat PW (posisi wuenak), ya harus bela-belain datang lebih awal. Walaupun udah datang lebih awal, bukan berarti kalian bisa langsung tidur. Kalo gw biasanya lihat-lihat dulu, udah ada yang tidur atau belum. Kalo belum ya duduk-duduk aja dulu di posisi itu. Nah kalo udah ada, hajarrr! Biasanya bisa di bangku-bangku penumpang di terminal atau di mushola. Tambahan lagi, biasanya spot-spot yang dekat dengan colokan listrik itu most-wanted lhoo.. Jadi, siapa cepat, dia bisa eksis! Hahaha…Seperti gw bilang tadi, kalo di terminal 3 SHIA, tidur aja di bangku-bangku depan pintu kedatangan. Ruang terbuka sih, tapi nyaman. Sekuriti juga sering keliling. Kalo di terminal 1, gw biasanya di mushola Red Corner, antara terminal 1A-1B. Untuk bandara luar, selain LCCT gw belum pernah. Kalo di LCCT, dekat counter-counter check-in AirAsia banyak ruang kosong yang emang biasa digunakan mereka-mereka yang menginap di sini.

=======  Sediakan cemilan =======

Bagi kalian yang gampang lapar ketika malam, lebih baik sediakan cemilan dan minuman di tas. Kalo gw sih biasa udah sedia dari rumah. Kan judul awalnya tadi mau mangkas biaya, jadi ngapain beli di bandara, kecuali di bandara luar negeri ya. Selain alasan ngirit, banyak toko di bandara tutup setelah pukul 22:00. Di terminal 3 SHIA sih ada Circle K 24 jam di dalam terminal kedatangan dan bisa masuk untuk beli di sana. Sedangkan di terminal 1 di Red Cornernya itu ada Indomaret, tapi kayaknya udah tutup pukul 22:00. Nah kalo di LCCT mah enak karena mayoritas toko buka 24 jam. Sarapan kalo mau nasi bisa di Merrybrown, walaupun nasinya adalah nasi lemak.

======= Selalu waspada =======

Well, alasan banyak orang nggak mau menginap di bandara selain faktor kenyamanan adalah faktor keamanan. Kekuatiran utama tentang menginap di bandara adalah hilangnya barang bawaan ketika tidur! Tidak semua bandara memiliki fasilitas locker penitipan tas (SHIA dan LCCT sih nggak punya ya). Pastikan benda-benda penting seperti uang dan paspor ditempatkan dalam tas kecil yang dimasukkan di dalam baju atau ke dalam tas yang lebih besar. Tas yang agak besar bisa dijadikan alas kepala sehingga menyulitkan orang yang ingin mencuri. Untuk memastikan lagi, ujung resleting tas dihadapkan ke diri kita, ke tembok atau ke lantai, jadi kalo mau mencoba membuka tas kita akan kesulitan. Kalo mau sedikit ekstrim, tas bisa ditalikan ke bagian tubuh kita. :p

======= Sediakan alat hiburan dan perlengkapan kenyamanan =======

Beberapa orang mungkin memerlukan alat tersendiri untuk membuatnya tidur. Sebagian membaca buku, mendengarkan musik, facebook-an atau bahkan twitter-an. Selain sebagai alat pengantar tidur, beberapa kegiatan tadi bisa juga menjadi “teman” di kala kalian nggak bisa tidur karena kuatir atau merasa nggak nyaman. Untuk “teman” ini usahakan tidak mencolok, seperti mengeluarkan laptop. Berabe kan kalo tetiba dicirikan pelaku kejahatan. Kalo bosen dan masih nggak bisa tidur juga? Coba keluarkan kamera, terus foto-foto untuk menghabiskan waktu! Boleh foto narsis dengan muka bantal. Atau candid penumpang-penumpang lain yang udah ngorok. 🙂

======= Berpakaian yang sesuai =======

Kondisi bandara di malam hari cukup dingin. Apalagi kalo tidurnya di tempat terbuka kaya yang gw lakuin di terminal 3 SHIA. Jadi siapkan pakaian yang nyaman serta jaket. Selain itu, kalian juga bisa siapkan selimut tipis serta kaos kaki. Selimut ini selain untuk menghalangi dingin, bisa juga menutupi hidung kita jika ada penumpang lain yang tidur dekat kita agak sedikit berbau. Hehehe

======= Mandi =======

Setelah semalaman di bandara baik tidur maupun nggak, pastinya kesegaran badan kita berkurang. Apalagi baunya. Hahaha. Kalo kalian aja udah nggak nyaman dengan diri kalian, bayangkan orang lain di samping kursi kalian di pesawat. Kasianlah! Di beberapa bandara, tersedia fasilitas kamar mandi untuk mandi, tapi sepengetahuan gw, SHIA dan LCCT nggak ada ya. Bukan alasan kalian nggak bisa tampil segar donk! Buru-buru ke toilet terdekat, “mandi” –lah dari wastafel. Well, bukan beneran mandi di wastafel. Tapi cukup elap-elap badan kalian, cuci muka terus gosok gigi dan semprotkan parfum! Voila! Kesegaran kembali terasa di tubuh kalian *berasa iklan dah*

======= Pasang alarm =======

Kalo kalian bisa tidur di bandara, berarti kalian udah menemukan kenyamanannya. Tapi, jangan terlalu nyaman. Apalagi bagi kalian yang merasa kebo kalo udah tidur. Jangan sampe ketinggalan pesawat cuma karena kekeboan kalian. Padahal niatnya kan biar murah dan nggak ketinggalan pesawat. Pasang alarm dulu sebelum mencoba tidur. Bagi yang emang nggak mau tidur juga penting masang alarm. Kalo gw biasanya masang alarm 2 jam sebelum jam keberangkatan (untuk penerbangan domestik), jadi masih ada waktu untuk sholat Subuh dan bebersih sebagaimana poin 6 tadi. Untuk penerbangan internasional, biasanya kan check-in nya suka rese. Siapkan spare 2.5 jam lah sebelum keberangkatan.

Itu aja sih ya 7 tips dari gw terkait nginap di bandara. Safe traveling!

 

 

 

Advertisements

17 responses to “Nginap di Bandara?! Siapa Takut?!

  1. Antho, di LCCT KL ada tempat penitipan luggage dan juga ada toilet yang ada fasilitas showernya jd bisa mandi.

  2. Gue juga pernah tidur di Changi.
    Seru! Malah banyak kenalan2 disini dibandingkan pas jalan2nya. hahaha… Surprisingly, banyak org Indo juga. ;))

    • terima kasih sudah mampir…untuk luar negeri sih baru 2x..Tapi untuk domestik sering 😀
      silakan dicoba kapan2 😉

  3. Di LCCT ada bro tmpt mandinya.lgkp dengan shower dan meja kecil buat naro tas.ada di toilet diantara departure internasional n domestik. Bilik mandinya agak ga kliatan.

  4. Hi bung Kucing, aku senin depan mau ke Semarang. Pesawatku dr France tiba di Soekarno-Hatta jam 18.40. Sebetulnya sdh pesen tiket utk ke Semarang yg penebangan terakhir, jam 19.40. Cukup ngga ya? Pertanyaanku, apa nginep di bandara aman buat perempuan? Trima kasih banyak ya.

    • Hi Mbak Lily,
      Menurut saya utk arrival pkl 18:40 & connecting flight domestik pkl 19:40 nggak memungkinkan di Jakarta. Perlu dipikirkan antrean imigrasi, baggage claim & check in. Apalagi kalo flight ke Semarangnya beda terminal. Klo menurut aku sih aman ya tidur di bandara Soetta krn byk juga kok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s