Cina Yuk!!

Tenang, postingan gw ini bukan ajakan ke Cina kok. Cuma sekedar sharing pengalaman. Momok Cina sebagai negara komunis serta negara jorok telah terpatri di pikiran traveler. Di sebagian wilayah memang kejorokan itu masih bisa ditemui, tapi nggak semuanya lho. Yah sama aja sama ama Indonesia, tergantung orangnya. Memang gw baru 2x ke Cina & masih baru beberapa kota saja, tapi apa salahnya berbagi kan? Kalo berguna ya syukur, klo nggak ya cukup sebagai coretan-coretan gw aja 🙂

 ======= Siapkan Visa =======

Yak, bagi warganegara Indonesia yang ingin melakukan perjalanan ke Negeri Tirai Bambu wajib memiliki Visa di passport-nya. Sebelumnya Cina menerapkan Visa on Arrival (VoA) di kota Shenzhen jika kita masuk melalui Hongkong, tetapi sudah tidak lagi. Untuk ngurus visa turis (tipe L),  syaratnya mudah banget, yaitu passport yang masih berlaku minimal 6 bulan, formulir aplikasi yang telah diisi lengkap, itinerary selama di sana, bukti reservasi hotel atas nama kita & print-out tiket PP. Mengenai biaya, untuk single entry itu Rp 300.000 ditambah biaya pengurusan sebesar Rp 240.000 untuk pengurusan reguler (4 hari kerja). Lebih detil bisa dilihat di website-nya: Website Pengurusan Visa Cina

======= Hilangkan halangan bahasa =======

Salah satu kendala yang pasti dihadapi saat traveling ke Cina adalah bahasanya. Masalahnya, nggak semua orang Cina bisa bahasa yang dibilang bahasa universal, Bahasa Inggris. Bahkan anak mudanya aja belum tentu bisa! Sebelum berangkat, ada baiknya mengenal beberapa kata dasar sapaan. Nah, kalo udah mentok nggak bisa belajar, bawa kamus! Kalo gw sendiri, 2x ke Cina bermodal Mandarin Phrasebook keluaran Lonely Planet. Buku saku ini berguna banget buat gw. Kecil-kecil cabe rawit deh. Selain itu, ada juga kamus elektronik mandarin boleh minjem. Umumnya berguna banget kalo translate dari English ke Chinese terutama untuk kanjinya. Nah, kalo kalian bisa sedikit-sedikit walau dengan bantuan kamus, kalo pas belanja, membantu banget!! 🙂

======= Cari Penginapan Dekat Jalur Transportasi =======

Transportasi publik di Cina sudah cukup bagus. Walau gw baru mencicipi Guilin, Shenzhen & Chengdu, tapi dari ketiga kota itu aja udah cukup mumpuni. Yang paling keren ya kereta bawah tanahnya. Selain itu, sistem buskotanya juga OK. Mereka hanya berhenti di halte-halte yang sudah disediakan. Nah, dengan jalur transportasi semudah ini, alangkah memudahkan perjalanan kita kalo penginapannya dekat dengan stasiun subway atau terminal.

======= Fokuskan Itinerari  =======

Cina itu luas. Bahkan lebih luas dari Indonesia. Cina dengan luas 9.596. 960 km2, sedangkan Indonesia hanya 1.919.440 km2. See? Indonesia cuma 1/9-nya Cina! Jadi, tergantung lamanya kalian di sana, tentukan daerah mana saja yang ingin dijelajahi. Itinerari juga akan diperlukan ketika pengurusan visa. Kalo seperti gw yang 2x ke sana dengan waktu hanya sekitar 10harian, gw lebih fokus ke 1-2 provinsi aja. Well, di Cina terdapat 22 provinsi. Lain hal jika kalian memiliki budget yang tinggi. Kalian bisa lompat-lompat antarprovinsi menggunakan pesawat. :p

=======  Perhatikan Makanan =======

Di Cina, banyak makanan yang aneh-aneh. Nah, kalo kalian memang pengen jelajah kuliner, kalian bisa jelajahi seluruh sudut kota untuk mendapatkan makanan aneh ini. Ada kalajengking, kepala kelinci, kelabang, dan yang paling banyak tentu saja BABI. Kenapa perlu diperhatikan tentang makanan? Sama aja ama di Indonesia, kadar higienitas jajanan di jalanan kan nggak terjamin. Tambahan lagi ini Cina! Hahaha. Selain itu, bagi yang muslim juga nggak bisa sembarangan kan. Umumnya, di tiap kota di Cina terdapat makanan halal. Tapi makanan halal ini emang lebih mahal. Restoran yang menjual makanan halal biasanya di plang tokonya terdapat tulisan HALAL dengan mesjid berwarna hijau. Eh tapi ada lho makanan di sana yang selalu gw cari ketika gw ke sana. Itu adalah taro pie keluaran McD sana. Jadi makanan yang tergolong appetizer ini hanya ada di Cina. Itu juga Cina daratan aja. Pie goreng yang isinya ubi jepang berwarna ungu yang melted…Yummm

=======  Perhatikan Cuaca =======

Pada dasarnya, ke Cina itu bagus kapanpun sepanjang tahun. Ya tergantung mau menikmati apa. Seperti halnya gw kemarin, pengen banget menikmati salju, so gw ke sana pas Cina sedang winter. Nah, dengan mengenali cuaca, pastinya bisa sesuaikan ama outfit kita. Nggak lucu kan kalo kita ke sana pas summer tapi kita bawa pakaian yang tebal-tebal kaya coat. Atau kebalikannya, saat winter tapi bawa pakaian yang tipis. Cuaca ini berhubungan juga dengan wilayah yang akan kalian kunjungi. Makanya, di poin sebelumnya gw tekankan mengenali lokasi tujuan kalian.

=======  Bawa Masker =======

Untuk poin terakhir ini sebenarnya pengalaman pribadi selama di Cina. Sesuai prolog awal gw, Cina itu jorok. Banyak orang yang membuang ingus/ludah sembarangan. Bahkan ada anak kecil yang celana bagian (maaf) bokongnya dibolongin dengan maksud jika si anak mau poop, tinggal nongkrong, voilla! *pengen muntah*…Selain itu, toilet umum di sana juga jorok. Kalian bisa menemukan kotoran yang nggak disiram/flush. Karena katanya sih itu rejeki. Well, kepercayaan sana. Dan hal ini sering gw temuin ketika perjalanan Chengdu-Jiuzhaigou. Kalo untuk di kota besarnya, gw sih selama nggak kebelet, akan berusaha melakukan rutinitas buang-membuang di kamar hostel. Sepanjang jalanan juga kalian bakal nemuin bebauan masakan yang menyengat. Gunanya masker ya ini, nutupin hidung kita dari berbagai bebauan sekaligus demi kesehatan kita. 🙂

Biar semangat ke Cina-nya, yuk liat hewan khas sana 🙂

—-huì tóu jiàn—-

 

 

 

Advertisements

2 responses to “Cina Yuk!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s