Videostory: 7 Best Underwater Spots I’ve Ever Visited (So Far)

Bagi gw sebagai penggila kehidupan bawah laut, apapun yang tersembunyi di bawah lautan luas selalu membuat penasaran. Lokasi-lokasi snorkeling/diving yang belum well-known mengundang rasa penasaran untuk mencicipi bagaimana sebenarnya di sana. Nah, dari sekian banyak spot yang pernah gw kunjungi (emang udah banyak?), gw pengen bikin list 7 the best-nya versi gw lho ya.

1. Raja Ampat

Banyak yang sudah tau kalo Raja Ampat merupakan spot penyelaman terbaik di dunia. Perairan Raja Ampat memiliki lebih dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans. Ini menjadikan 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Tak satupun tempat dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini. Untuk menikmati surga dunia di Raja Ampat ini tidaklah murah. Tiket pp Jakarta-Sorong sendiri aja kalo promo bisa 3jutaan. Belum lagi transportasi, penginapan, makan dan diving selama di sana. Well, beberapa foto di video berikut pasti nggak cukup mewakili keindahan bawah laut Raja Ampat. πŸ™‚

2. Kep. Wakatobi

Kepulauan yang termasuk dalam wilayah Sulawesi Tenggara ini terdiri dari 4 pulau utama yang menjadikan namanya Wakatobi, yaitu Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Ada cerita yang menarik yaitu tentang kontroversi nama Wakatobi dimana warga di Binongko, pulau terbesar terselatan menolak penamaan kabupaten Wakatobi. Mereka mempertanyakan mengapa nama Binongko ditaruh di akhir dan kenapa tidak dibalik menjadi Bitokawa. Menurut penjelasan bupati, karena pulau yang pertama terakses dari Kendari (ibukota Sulawesi Tenggara) adalah Wangi-wangi. Ada cerita lain, yaitu sebelum menjadi kabupaten Wakatobi, kepulauan ini terdiri dari 2 distrik yaitu Wandupa dan Tombino. Tapi, alhamdulillah namanya jadi Wakatobi. Entah kenapa, looks way much cooler than Bitokawa. Hehehe. Untuk menuju Wakatobi, sebenarnya dari Jakarta ada direct flight langsung ke Wanci, ibukota kabupaten Wakatobi dengan Express Air. Tapi airlines ini masih belum bisa diandalkan, jadi lebih banyak orang memilih memasuki Wakatobi melalui kota Bau-bau. Bau-bau sendiri bisa dicapai dengan penerbangan dari Makassar ataupun dari Kendari, bisa juga dengan jalur laut sih kalo banyak waktu. Setelah mencapai “gerbang” Wakatobi, akan lebih mudah mencapai Wakatobinya. Pertama bisa dengan pesawat (lagi-lagi punya Express Air) dan bisa juga dengan kapal penumpang yang biasanya menuju keempat pulau di Wakatobi pada malam hari. Namuuunnnn, kapal ini nggak tiap hari beroperasi. Banyak yang bilang, pusat segitiga koral dunia berada di Wakatobi. Tak sepenuhnya salah karena bawah laut Wakatobi indah banget! Berikut sedikit cuplikan keindahan bawah laut Wakatobi πŸ™‚

3. Kep. Kangean, Madura

melintasi daratan Madura hingga Kalianget selama 4.5 jam, kemudian dilanjutkan perjalanan laut dengan ferry selama 10 jam! Ferry yg dinaiki pun tak seperti ferry kebanyakan. Jangan bayangkan ferry Karimun Jawa, ferry Merak-Bakauheni, ferry Banyuwangi-Bali, ferry Padang Bai-Lembar atau ferry2 ASDP/PELNI. Ferry ini lebih menyerupai kapal barang & tua serta karat dimana2. Pertama kali liat gak percaya, apa kapal ini bisa dipercaya untuk perjalanan selama 10jam melintasi laut. Tambahan lagi, ruangan penumpang sumpek jadinya selama perjalanan berasa sauna. Tapi semua itu terbayarkan dengan keindahan pantai & bawah laut Kangean.

4. Kep. Derawan

Derawan termasuk ke dalam provinsi Kalimantan Timur. Yang terkenal di sini adalah danau Kakabannya yang berisi ubur-ubur tanpa sengat. Terdapat 4 jenis ubur-ubur yaituΒ  Aurelia aurita, ubur ubur totol Mastigias cf papua, ubur-ubur kotak Tripedalia cystophora, dan ubur-ubur terbalik Cassiopea ornate. Selain itu, juga terdapat populasi penyu yang cukup banyak serta mantanya.

Cara mencapai Derawan dari Jakarta:

  1. Jakarta-Balikpapan menggunakan pesawat, lalu dilanjutkan perjalanan ke Berau. Ke Berau dari Balikpapan bisa dilakukan dg 2 jalur: udara (1 jam dg ongkos 400-800rb skali jalan) atau jalur darat (12 jam). Sesampainya di Berau, kita masih harus menempuh 2 jam perjalanan darat ke Tanjung Batu. Nah dari Tanjung Batu inilah banyak speedboat2 reguler yg mengantarkan tamu2 ke Derawan dg ongkos sewa 1 boat 250rb skali jalan dengan kapasitas 5orang dengan waktu tempuh 30menit.
  2. Jakarta-Tarakan menggunakan pesawat, lalu dilanjutkan menggunakan speedboat sewaan direct ke Derawan dengan waktu tempuh 3-5jam tergantung kondisi ombak. Atau bisa juga dr Tarakan menggunakan perahu reguler ke Tanjung Selor selama 1jam, dilanjutkan perjalanan darat ke Berau selama 5jam, lanjut ke Tanjung Batu sekitar 2jam, baru deh ke Derawan. Kalo pergi melalui jalur Tarakan, jangan lupa mampir ke taman kotanya. Jadi bisa sekalian lihat Bekantan. Itu lho, hewan seperti kera yang berhidung besar dan dijadikan maskot Dufan.

5. Pulau Menjangan, Bali

Pulau Menjangan di Bali ini termasuk bagian dari Taman Nasional Bali Barat. Letaknya lebih dekat dari pelabuhan Gilimanuk (kemarin pas gw ke sana juga lewat jalur Banyuwangi karena sekalian trip ke Taman Nasional Baluran). Kalau kalian googling-googling tentang cara penyebrangan ke pulau Menjangan. Pasti banyak menemui “Labuan Lalang”. Labuan Lalang ini merupakan suatu daerah di Bali Barat, tetapi penyebrangannya JANGAN melalui pelabuhan Labuan Lalang karena jauuuhh lebih mahal. Gw sebelum menemukan jalur murahnya “tersasar” dulu di pelabuhan ini. Nah, jalur murahnya itu melalui pelabuhan Banyuwedang. Memang letaknya tersembunyi, dekat Mimpi Resort. Well, mengenai spot snorkeling-nya sendiri, banyak tersebar di sekitar pulaunya. Guide yang kalian sewa di pelabuhan Banyuwedang akan senang hati mengantarkan kalian snorkeling ataupun trekking di pulaunya.

6. Pink Beach, Komodo

Pantai berpasir warna merah muda ini termasuk ke dalam bagian Taman Nasional Komodo. Selain keindahan pantainya, underwaternya juga indah. Pasir pantainya yang berwarna pink iniΒ  disebabkan karena pasirnya bercampur dengan pecahan-pecahan karang berwarna merah. Untuk mencapai Pink Beach ini nggak mudah. Kalian harus mencapai kota Labuan Bajo terlebih dahulu. Ada sih penerbangan daily dari Bali. Setelah mencapai Labuan Bajo, kalian bisa menyewa perahu melalui nelayan atau lewat tour & travel yang menjamur di Labuan Bajo. Tour & travel biasanya sepaket dengan mengunjungi pulau Komodo dan pulau Rinca juga.

7. Bunaken

Untuk menuju Bunaken, kita bisa menggunakan perahu kecil yang biasa dioperasikan di Pelabuhan Kota Manado. Terdapat beberapa model perahu yang bisa kita gunakan di sini yaitu speed boat biasa dengan harga sewa lumayan mahal dan kapal yang mempunyai kotak kaca untuk melihat taman laut dengan segala biota di dalamnya. Karena taman laut ini relatif tidak terlalu dalam karangnya, maka dengan kaca di tengah kapal akan memudahkan orang untuk melihat. Untuk sewa kapal, jangan lupa menawar. Yang lebih murah adalah jenis kapal Taksi. Kapal ini merupakan kapal penumpang yang merupakan alat transportasi penduduk di pulau Bunaken menuju Kota Manado. Tetapi waktu keberangkatan sangatlah tidak friendly. Kapal ini berangkat dari Bunaken menuju Kota Manado pagi hari sedangkan kebalikannya baru berangkat dari Manado siang hari. Cara yang kemarin gw lakuin adalah, sewa langsung transportasi antar jemput dari resort-nya. Untuk spot sendiri, sebagaimana rekomen di Lonely Planet, carilah di depan resort Lorenso (ini resort tempat nginep gw pas di sana). Dari pantai cukup berenang udah spot snorkeling dengan kepadatan karang yang rapat serta indah.

Advertisements

24 responses to “Videostory: 7 Best Underwater Spots I’ve Ever Visited (So Far)

  1. wah, baru tahu kalau ada pelabuhan lain buat nyeberang ke pulau menjangan selain dari labuhan lalang, ntar coba cari info tentang pelabuhan banyuwedang ah πŸ™‚

    • iya semua orang bisa kok kemana saja..asal ada niat dan kemauan..hasil nabung2 sedikit tiap bln nih πŸ˜€

  2. WOW u’ve traveled to many underwater places yaa
    Indonesia memang super duper kaya!
    kapan ke Togean, Sulteng?
    sst…ada stingless jellyfish juga loh, bahkan lebih bermacam2 jenisnya dibanding Derawan (padahal gosipnya cuma ada 2 spot di dunia ya..)
    don’t miss it

    • baru beberapa aja kok Mbak.. πŸ™‚
      Wahhh udah ke Togean ya? Tapi kok di blognya belum ada postingannya πŸ˜›

      Togean, Takabonerate & Bandaneira emang list yang belum dikunjungi..Smoga nanti sempat. Amin

    • pernah ngangusin tiket ke Aceh..hahhaa…kata tmn sih menang di ikan2nya aja ya..coral udah agak ancur sejak tsunami…:(
      kata tmn orang Jerman jg gt…dia 2x ke sana sblm & sesudah tsunami…:((

      • koral memang gak begitu banyak di Weh. tsunami justru malah “membersihkan” kok, ikan yg datang jg malah makin banyak.

        kalo pecinta karang emang mungkin kecewa, tapi kalo suka ikan, pasti gembira. ikan di Indonesia barat sedikit beda dgn yg di Indonesia Timur. anthias yang biasanya berwarna kuning, di Weh kebanyakan berwarna merah. πŸ˜€

        Weh sendiri karakternya adalah bebatuan vulkanik, jadi karangnya sendiri berupa wall dan batuan besar (pinnacle).

        satu spot yg mungkin menarik, underwater volcano-nya bisa dicoba.. πŸ˜€

      • haha. gapapa. ini soal selera, kok.

        aku pribadi sih suka ngamati ikan, terutama eel. eel di Weh beragam (jenis dan ukuran). mulai dari ribbon eel sampai giant eel segede paha.

        beberapa ikan yang jarang ditemui di Indonesia timur, banyak dijumpai di Weh. πŸ˜€

      • setujuuu…smua ttg selera…kaya saya yg preferable ke laut dibanding ke gunung…btw makasih udah mampir *toss*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s