Kota Seribu Sungai: Culinary Time!!

Setiap perjalanan ke suatu kota, kita pasti tertarik untuk setidaknya mencicipi kuliner khas setempat. Begitu juga yang gw lakukan di Banjarmasin yang dijuluki Kota Seribu Sungai. Ada banyak kuliner khas Banjar yang sebenarnya wajib dicoba, tetapi karena waktu, hanya beberapa saja yang benar-benar WAJIB yang akhirnya berhasil gw cicipi

Ketupat Kandangan

Kandangan adalah sebuah kota di Kalimantan Selatan. Kota ini gw lewatin ketika menuju Loksado. Ketupat kandangan disajikan hanya dengan guyuran kuah santan mirip opor  ditaburi bawang merah goreng. Lauknya pun benar-benar khas Banjarmasin; ikan haruan atau ikan gabus kalau di Pulau Jawa. Ikan haruan tersebut dimasak di atas bara yang berasal dari tempurung kelapa. Hal ini bertujuan agar daging ikan tersebut lebih gurih dan baunya khas. Ketika gw mau makan ketupat ini, langsung aja gw ambil sendok, tetapi kemudian bapak-bapak yang makan di samping gw menghalau. “Dek, kalau makan ketupat kandangan harus pake tangan”. Dalam hati gw membatin, “Makanan berkuah gini kok dimakan pake tangan. Gimana cara??”. Gw lihat si bapak itu menyantap ketupatnya. Ketupat disantap tanpa sendok, melainkan dengan tangan. Ketupatnya hanya dibelah dua ketika disajikan, lalu dihancurkan dengan tangan. Gw pun ikut mencoba, walau kuahnya agak menyengat tangan karena panas #fuih. Dikarenakan nasinya tidak pulen, ketika dimasak menjadi ketupat pun nasinya masih mudah tercerai-berai lagi. Jadi ketika diremas tangan, ya si ketupat berubah lagi jadi nasi. Lha terus kenapa dibentuk ketupat?? #tepokjidat

Katupat Kandangan

Lontong Orari

Rumah makan Lontong Orari terletak di Jl Simpang Sei Mesa Banjarmasin. Sejarahnya, rumah yang sekarang dipakai untuk berjualan makanan ini adalah markasnya para aktivis radio amatir yang tergabung dalam ORARI (Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia). Dahulu tempat ini digunakan untuk kopi darat agar dapat saling bertemu muka. Tidak ada tempat duduk yang tersedia, hanya tempat lesehan beralaskan lampit, tikar khas Kalimantan. Berbeda dengan lontong kebanyakan. Lontong Orari memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan lontong pada umumnya. Lontongnya berbentuk segitiga lebar dan pipih. Satu porsi full berisi dua lontong. Porsi ini benar-benar kelas berat. Lontongnya disiram dengan  opor nangka muda. Pilihan lauknya ada 3, yaitu telur rebus , ikan haruan goreng masak habang dan ayam. Kuah lauknya berwarna merah. Penampakan lontong ini berkesan pedas dan menggiurkan. Tetapi ketika masuk ke mulut, rasanya cenderung manis dan gurih. Belum lengkap rasanya bila berkunjung ke Banjarmasin tanpa mencicipi lontong orari ini.

Lontong Orari

Soto Banjar Bang Amat

Jalan-jalan ke Banjarmasin tapi nggak makan Soto Banjar? Kalau begitu kalian belum ke Banjarmasin! Salah satu depot penjaja soto Banjar yang cukup kondang adalah Soto Bang Amat. Soto Banjar Bang Amat terletak di Jl. Benua Anyar RT 2 No. 56 Banjarmasin, tepatnya di tepi sungai Martapura. Sebenarnya di dekat sini juga ada Soto Banjar Bawah Jembatan yang juga terkenal, tetapi karena  yang lebih terkenal Bang Amat, ya jadilah makannya di sini. Selain itu, sepulang dari Lok Baintan, oleh Pak Imis sang pengemudi kelotok didrop di sini. Dan ternyata, cara marketing Soto Bang Amat ini cerdas! Kerjasama dengan para pengemudi kelotok dan kemudian memberi tips jika membawa customer dari Lok Baintan untuk makan di sini. Karena kelaparan sekembali dari Lok Baintan, gw langsung pesan satu porsi soto lengkap dengan segelas jeruk panas. Kemudian, satu piring soto banjar terhadir di meja dengan aroma yang menggoda. Potongan ketupat dengan campuran bihun, suwiran daging ayam kampung, wortel dan perkedel kentang di dalam kuah soto banjar yang kaya rempah. Rasa gurih dan sedikit semburat rasa manis berpadu cantik, apalagi kalau ditambah tetesan  jeruk limau. Mangstabs!!

Soto Banjar Bang Amat

Kepiting Masak Kelapa Muda

Kalau di Balikpapan dan Tarakan, gw selalu hunting Kepiting Kenari. Sebagai penggemar berat kepiting, menu yang satu ini tentu sangat menarik perhatian. Dan hasil googling, ternyata di Banjarmasin pun ada restoran yang menyajikan kepiting dengan rasa unik. Kepiting masak kepala muda. Gimana pula kepiting dimasak kelapa muda? Kepiting Masak Kelapa Muda ini ternyata kepiting yang dimasak dengan bumbu santan pedas, seperti kari tapi dengan sentuhan rasa yang berbeda. Daging kelapa muda menjadi bagian dari “bumbu” yang diselipkan diantara potongan tubuh kepiting ini, menjadi pelengkap yang cantik. Kalau mau mencoba bisa datang ke Pondok Ikan Bakar ASIAN yang ada di Jl Gatot Subroto atau ada juga di Martapura. Hidangan seafood di tempat ini boleh mendapat pujian: enak-enak dengan sajian yang banyak berbeda dengan tempat seafood lainnya. Saat itu selain kepiting masak kelapa muda, gw juga pesan patin bakar, cumi goreng tepung, kerang hijau saos padang dan kangkung balacan. Gila ya, kangkung balacannya endeuzzz. Pedesnya nendang! Terus ada juga ang unik yaitu sambal Hot Plate. Sambal ini sebenarnya sambal terasi yang disajikan diatas hot plate tetapi karena di atas hot plate, jadi selain pedas, juga panas! Sayangnya yang gw sempat foto cuma kepitingnya karena udah kelaparan. Hahaha. Well, karena tergiur sama kepiting, ketika si pelayan menawarkan ada kepiting jumbo, gw langsung aja bilang iya yang jumbo. Dan ternyata gw salah pilih. Selain ukurannya jumbo, ternyata 1 porsi disajikan 2 kepiting! Dan karena kesalahan pilihan ini, gw sempat dikagetkan dengan tagihannya, seporsi kepiting jumbo 200ribu! *mendadak miskin*. Untungnya ada kartu kredit! Wkwkwk

Kepiting Masak Kelapa Muda

Itik Panggang Ma’ Haji

Itik Panggang menyebar dimana-mana tetapi paling banyak dikunjungi warung Ma’ Haji pertigaan Jalan Jati. Dagingnya disajikan dalam potongan-potongan kecil jadi tidak ketauan lagi apakah ini bagian paha atau dada atau lainnya. Kemudian daging itik ini diramu dalam olahan bumbu kecap dan dibakar di atas arang, disajikan dengan sambal khas yang luar biasa manissss. Di luar rasa manis, itik panggang ini gw kasih acungan dua jempol, selain dasarnya emang gw suka berbagai masakan olahan daging bebek, itik panggang ini emang punya cita rasa berbeda dengan bumbu yang meresap sampai ke dagingnya. Dagingnya empuk abissss!!

Itik Panggang..Yummm

Advertisements

9 responses to “Kota Seribu Sungai: Culinary Time!!

  1. this article not recommended! buat anak kuliah yang baru kelar mid dan langsung buka laptop 😥
    aaakkk kakaaaak….bikin ngiler pawaah! sotonyah..!
    kak, besok-besok makan ketupat pake tangan ya :p

    • is not re.. #grammarnazi
      hahaha…bagus klo ampe ngiler…sukses bikin artikelnya…:P
      hahhaha…selama ini jg pake tangan kok re..masa pake kaki LOL

  2. Pingback: Kota Seribu Sungai: Loksado, The Real Bamboo Rafting | Writings On The Screen·

  3. ngak smepet makan ketupat kandangan, karna keburu ilfeel liat ada yg makan pake tangan, padahal itu berkuah hehehehe. Itik panggang nya kusuka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s