I Can (Not) Swim

Mayoritas daerah yang gue jelajahin adalah pulau dan pantai-pantainya. Yah walaupun dari ribuan pulau di Indonesia baru beberapa saja sih yang gue datengin. Hehehe. Cukup satu alasan kenapa gue selalu memilih pantai sebagai tujuan traveling: “I LOVE BEACH!”. Pantai bisa memberikan ketenangan dengan memaparkan lukisan birunya lautan tak berujung dengan diiringi nyanyian harmonisasi deburan ombak dan desiran pasir. Belum lagi keindahan bawah lautnya! SUPERB! Bermain bersama ikan di antara sela-sela warna-warni karang. Pertama kali jatuh cinta sama alam bawah laut Indonesia adalah ketika traveling ke Karimun Jawa. Mulanya ke sana cuma mau foto-foto dan nggak sewa perlengkapan snorkeling. Begitu teman kecapean, gue pinjem dan gue terperangah dan jatuh cinta! #lebay. Well, walaupun gue cuma menikmati keindahan bawah laut hanya melalui snorkeling dan tidak dengan diving. Bagi gw itu cukup. Kenapa? Karena diving itu mahal! Harus ada lisensi, belum lagi peralatannya, travelingnya, dan segala tetek-bengeknya. Sedangkan kalau snorkeling, gue cuma bermodalkan perlengkapan snorkeling lengkap berupa mask, snorkel dan fin. Eh, ada 1 lagi deng perlengkapan snorkeling gue. Apaan lagi Tho selain 3 itu? Lifevest! Kok lifevest Tho? Karena gue NGGAK BISA BERENANG! x)) #tersipumalu

Pertama Kali Snorkeling

Pertama Kali Snorkeling di Karimun Jawa

Udah tau nggak bisa berenang masih nekad jalan-jalan ke laut? Kenapa nggak? Wis kadhung tresno! #halah. Nekad mengarungi lautan dari Kalianget Madura ke Kepulauan Kangean selama 10 jam. Nekad juga menyambangi Kepulauan Wakatobi dari Baubau dengan perahu selama 12 jam ke Tomia. Dan sailing dari Lombok menuju Labuan Bajo selama 4 hari 4 malam.  Well, untuk mencapai surga emang nggak mudah kan? Hehehe. Itulah yang membuat gue nekad ke laut walau nggak bisa berenang. Kalau gue menurutin ketakutan gue akan tenggelam, gue nggak akan pernah jalan-jalan kan? Dan gue nggak akan pernah tahu alam bawah laut Indonesia yang cantik. Kalau kata Nadine Chandrawinata dalam bukunya Nadrenaline “Andaikan saya punya insang, saya akan tinggal di dalam laut, dan menelusuri perairan Indonesia dari Sabang sampai Merauke”. Kenekadan gue untuk tetap menikmati indahnya alam bawah laut Indonesia memberikan banyak pengalaman serta kejadian lucu-lucu selama traveling.

Ketika traveling ke Komodo dengan sailing dari Lombok, gue ikut salah satu penyedia jasa sailing dan disempilkan ke 1 kapal yang isinya bule semua. Nah, gue kan selalu membawa perlengkapan snorkel lengkap beserta lifevest. Bule-bule itu ketika gue mau turun ke air agak terkaget-kaget gitu. Mereka snorkel cuma bermodalkan mask + snorkel tanpa fin. Lha gue?? Sampai akhirnya di suatu kesempatan, salah satu bule memberanikan diri bertanya, “So, you’re a professional snorkeler, huh?”. Gue langsung aja ngakak dan si bule kembali bertanya, “Hey, why are u laughing?”. Langsung aja gue jawab, “I’m using this lifevest is for safety ’cause i can’t swim”. Mereka semua terperangah dan kompak bilang, “KIDDING!”. Gue pun cuma senyum nanggepinnya. Hehehe. Nah, mereka baru percaya gue nggak bisa berenang ketika sailing sampai ke Pulau Satonda. Di Satonda kan ada danau luas, ketika mereka sedang berenang, gue yang sedang asik berfoto-foto tiba-tiba terpeleset ke dalam danau. Iya, sial banget emang. Hikz. Dalam pikiran gue bakal mati tenggelam. Alhamdulillahnya salah satu pria bule menyelamatkan gue sambil bilang, “Now, i trust you that you can’t swim”. Errr.. Pembuktian dulu. Huft

Di Kepulauan Seribu

Di Kepulauan Seribu

Nah, lain lagi pengalaman ketika gue traveling ama Riri ke Pulau Liukang Loe, dekat Tanjung Bira, Sulawesi Selatan. Di pulau ini, kita menyewa sebuah cottage yang di depannya langsung pantai dan hamparan coral. Kalau mau snorkeling, tinggal nyebur aja. Nah, suatu saat, gue yang pengen banget snorkeling, langsung buru-buru berganti pakaian dengan rashguard dan kemudian memakai perlengkapan snorkeling lengkap. Langsunglah gue nyebur ke depan cottage. Beberapa lama snorkeling sambil mengabadikan keindahan bawah lautnya, gue tersadar kalau GUE NGGAK PAKE LIFEVEST! Yak, gue snorkeling dan berenang tanpa menggunakan pelampung sama sekali. Yang artinya, gue bisa berenang donk! Hehehe. Memang sih katanya, selama tidak panik kita nggak bakalan tenggelam. Sambil berenang, gue memanggil Riri yang masih berada di cottage. “Ri!! Gue bisa berenang!! Videoin donk!”. Hahaha. Norak yaaa. Wkwkwkwk. Tapi, setelahnya, gue tetap belum berani snorkeling tanpa lifevest. Paling banter snorkeling dengan megangin lifevest. Hahaha

Bersama Ubur-ubur Kakaban

Bersama Ubur-ubur Kakaban

Pengalaman traveling ke Ternate kemarin beda lagi. Ketika sedang asik snorkeling di sekitaran Pulau Hiri, si Ricco tiba-tiba ngerebut lifevest gue yang ketika itu cuma gue pegangin. Dia pun berenang menjauh dan gue diminta jangan panik. Gue diminta berenang ke dia. Ajegila ini mah. Pemaksaan!! Gue mencoba tidak panik dan VOILA, gue mengapung! Gue pun berenang tanpa lifevest. Yay! Rasanya pengen teriak tapi apa daya, snorkel masih di mulut gue. Hahaha. Nggak berapa lama, Ricco nyuruh gue duckdive. Pas gue coba, baru bentar udah ngos-ngosan. Jadi terpaksa pake lifevest lagi. Hihihihi. Nah, kesimpulannya apa donk? Bisa nggak gue berenang? x))

Narsis Tanpa Lifevest di Raja Ampat

Narsis Tanpa Lifevest di Raja Ampat

 

Advertisements

21 responses to “I Can (Not) Swim

  1. Aku juga nggak bisa berenang. Begitu ada yang tahu kalo aku dari Palembang biasanya komen kayak gini, “heh, padahal kan di Palembang ada Sungai Musi.” Dilempar pertanyaan gini aku nyengir aja. Kagak tahu mereka air Sungai Musi buteknya kayak apa 😛

    • Ya Allah…saya jg digituin…masa anak Jakarta nggak bisa renang? Kan ada Ciliwung…#yakale

  2. Wot? Nggak bisa berenang tapi destinasinya pantai en pulau-pulau di pelosok Indonesia… Salut *sambil ngikik* 😀
    Pernah juga dink di Pink beach nekad nggak pake lifevest, aku malah gelagapan nyaris tenggelam akibat sok-sokan bisa renang,
    Salam dari bocah yang masih belajar renang juga hihi

  3. I think swimming is one of those things that takes practice. And when you are in salt water and using flippers and snorkel, it’s usually much much easier to float and not drown! 🙂

    • aww..thx Adam for visiting 🙂

      the problem in swimming is the fear of drwoning..hehehe..though as u said, we will float in salt water 🙂

  4. Keren kak.. sm sya jg bs brenang nekat snorkling.. klo ga gtu mna punya cerita kan 😉

  5. Hei Halo
    Seru banget baca ceritanya
    Pengen bgt bisa kayak lo gt traveling dan snorkeling ke laut2 Indonesia. Berencana mau ke Flores dan gak seru dong kalau gak snorkeling.
    Nah gini, gw sih di kolam renang bs renang ya meskipun tidak sempurna, dan gw pernah jg snorkeling di 3 gili lombok (pake lifevest) nah pgn cb sbnrnya gak pake lifevest, kr2 bnr ga sih klo lu snorkeling tuh bs berenang (baca:ngambang) karena :
    1. Lo didukung dgn snorkel dan fin juga (kaki kataknya bikin lu bs ngambang krn mengayuh terus)
    2. Lo terpacu adrenalin view dan suasana yg bagus makanya jd mendadak ternyata aku bisa berenang
    Kira2 gt gak sih?

    • Hei, makasih udah mampir yak. hehehe
      sebenarnya kita pasti bakal akan ngapung di laut karena berat jenis kita lebih ringan dibanding air laut (knp jd fisika gini ya?) asalkan kita nggak panik. mayoritas kita2 panik ketika melihat di bawah kita laut yg dalam. Selain faktor fisika, ada benarnya jg dengan fin kita bakal ngambang krn mengayuh.
      dan klo pertanyaan kedua, itu kayanya bisa juga. asalkan nggak tiba2 panik. hahaha

  6. berenang bersama ubur2 kayaknya seru tu, cuma sayangnya di lombok gak ada yang begituan, tapi gak apa2 yang penting lombok itu indah,
    salam kenal,, 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s