Tertipu Rasa

The Magic of first love is our ignorance that it can never end – Benjamin Disraeli

Membaca kalimat dari Benjamin Disraeli di atas, mungkin bagi kebanyakan orang akan berkata bahwa kenyataanya tidak hanya cinta pertama saja, tapi setiap kali jatuh cinta. Saat jatuh cinta, setiap insan akan merasa ini cinta yang paling benar dan akan bertahan selamanya.  Jadilah bunyi kalimat Benjamin Disraeli menjadi begini; ”The Magic of Falling in Love is our ignorance that it can never end”. Hehe. Namun, kenyataan tidaklah demikian. Ada yang bertahan dalam hitungan tahun, tapi ada yang tahannya cuma dalam hitungan bulan bahkan dalam hitungan hari. Dan semangat never end tadi harus end. Hikz.

Ketika passion lebih tinggi dari kenyataan, maka semuanya hilang lenyap ditelan indahnya asmara. Jadi, harus bagaimana dong? Susah memenangkan nalar di atas perasaan. Tiba-tiba ketika saya membaca ulang lagi kalimat yang saya modifikasikan di atas saya tersadar bahwa kalimat ini bukan kalimat manis. Kalimat yang terkesan indah itu justru merupakan peringatan bahwa cinta itu tidak selalu identik dengan selamanya bersama. Ada banyak issue bersalut cinta. Seperti obat yang bersalut gula, sering kali ketika lapisan gulanya habis, rasa obat yang sesungguhnya baru terasa pahitnya. Kadang kita bisa menelan kadang juga kita jadi muntah tak tahan pahitnya. Kalau kita bersikap seperti anak kecil yang mudah ditipu dengan rasa jeruk atau stroberi pada obatnya, maka kita akan kecewa ketika ingin berlama-lama menikmati rasa jeruk atau stroberi. Rasa pahitlah yang terasa karena partikel-partikel gulanya melenyap dan rasa yang sesungguhnya muncul. Namun jika kita mengerti bahwa yang kita minum itu obat, maka kita sudah bersiap dan akan paham bahwa sesungguhnya obat itu rasanya pahit, hanya lapisan gulanya lah yang membuat ia manis sejenak. Begitu pula cinta dan kelanggengan. Cinta adalah salut gula dan kelanggengan realita hidup adalah obat yang sesungguhnya. Jadi, kalau ditelaah, bunyi kalimat tadi harusnya: “Beware that The Magic of Falling in Love surely CAN END”. Dan pada saat salut manisnya hilang, siapkah kita merasakan rasa asli kehidupan bersamanya?

Advertisements

One response to “Tertipu Rasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s