NAMA “AHMAD RIYANTO” NGGAK BISA KE ARAB!

Siang itu, 14 Februari 2014, setelah mengambil paspor di kedutaan Belanda, gue memutuskan untuk langsung ke kantor imigrasi (kanim) Jakarta Selatan di Mampang Prapatan untuk mengurus penambahan nama di paspor. Nambah nama di paspor? Untuk apaaan Ntho? Jadi ceritanya, insha Allah, gue akan menunaikan ibadah umroh di Arab Saudi. Nah, salah satu syarat pembuatan visa ke Negara Arab Saudi adalah nama kita harus minimal 3 kata. Makanya, “Ahmad Riyanto” nggak bakalan bisa ke Arab. Hehehe.

Sesampainya di kanim, gue langsung menuju ke loket informasi dan bertanya kepada petugas dimana untuk memproses penambahan nama. Si petugas langsung memberitahukan untuk naik ke lantai 2. Guepun langsung naik. Di situ, gue kembali menanyakan kepada petugas bagaimana proses penambahan nama dan langsung dijawab, “Udah ambil nomor antrean?”. Gue menggelengkan kepala dan serta-merta si petugas menambahkan, “Ambil nomor antrean jam 8-11 dulu Mas. Sekarang mending beli formulirnya dulu di koperasi”. Hiks, gue ditolak. Langsung aja gue mengarah ke koperasi untuk membeli formulir yang ternyata surat pernyataan yang menyatakan kalau kita mau menambahkan nama di paspor kita untuk keperluan umroh yang di bagian tanda tangannya sudah dibubuhi materai 6.000. Harga formulir ini sebesar 7.000 rupiah. Lah, tau gitu gue bikin sendiri di rumah. Huhuhu.

Tanggal 17 Februari 2014, gue mengajukan diri untuk melakukan lembur malam di kantor yang artinya besoknya gue libur. Karena kemarin-kemarin udah kebanyakan ijin urusan visa, gue mengikhlaskan liburnya gue untuk kembali ke kanim untuk mengurus penambahan nama. Toh itungannya kan untuk ibadah. Amin. Pamor kanim Jakarta Selatan di Mampang ini selalu ramai dan udah mulai antre dari sejak subuh, maka guepun berniat sepulangnya dari lembur langsung aja menuju ke sana. Pulang lembur pkl 5:00, gue meluncur bersama abang gue. Sesampainya di sana, memang sudah terlihat belasan orang udah mulai antre di depan pintu kanim yang belum dibuka. Et dah, pada nginap di situ apa ya? Huft. Jadi, di depan pintu sudah terdapat 2 barisan. Gue akhirnya ikutan mengantre di salah satu antrean. Untungnya, selama mengantre ada cewek di belakang yang bisa diajak obrol ngalor-ngidul. Tapi, udah ngobrolin dari A sampai Z bahkan kalo di excel sheet udah sampai ZZ belum juga dibuka-buka pintunya. Sampai sekitar pukul 7:30, petugas mulai membolehkan masuk para lansia (yang dibuktikan dengan KTP seumur hidup), ibu hamil serta anak di bawah 2 tahun. Nggak berapa lama, 10 orang pertama dipersilahkan masuk dan gue termasuk salah satu dari 10 orang itu! Lucky me, ketika petugas memberi peringatan kalau semua dokumen perlu dibawa, ada beberapa yang akhirnya mundur. Hehehe

Yang antre dari subuh

Yang antre dari subuh

Antrean lagi di dalam

Antrean lagi di dalam

 

Dokumen yang diperlukan untuk penambahan nama di paspor adalah paspor asli, KTP asli+fotokopi di A4, kartu keluarga+fotokopi, akta kelahiran atau ijazah atau surat nikah beserta fotokopinya. Jangan lupa, so-called formulir yang bisa dibeli di koperasi dan diisi lengkap serta ditandatangani dengan tinta hitam. Nah, untuk penyerahan dokumen ini, kita masih harus antre lagi. Kali ini, antre untuk ambil nomor antrean. Bzzzzz. Pengambilan nomor antrean ini dibagi 3 kategori: A untuk lansia, ibu hamil, anak bawah 2 tahun, pendaftar online dan penambahan nama; B untuk para walk-in yang dibatasi 125 nomor serta C untuk “travel” aka CALO! Huft. Pembagian nomor baru dibuka pukul 8 teng! Alhamdulillahnya gue dapat nomor 1 untuk yang memproses penambahan nama. Jadi. masing-masing kategori nanti nomor depannya berbeda-beda. Contohnya nomor antrean gue: 0-0001. Kalo nggak salah yang lansia 2 & walk-in 3. Nomor-nomor antrean udah mulai dpanggil untuk penyerahan dokumen serta foto untuk yang membuat paspor. Lah kok sampai 20 menit nomor yang kepalanya 0 nggak dipanggil-panggil. Guepun memberanikan diri ke loket informasi untuk menanyakan. “Mbak, kok nomor saya ini belum dipanggil-panggil?”, sembari menyodorkan kertas berisi nomor antrean. “Oh, Mas mau nambah nama?” dan gue mengiyakan. “Yaudah di sini aja Mas sama saya”. Kayanya si Mbak petugas imigrasi ini terpesona ama gue deh. Hahaha. Setelah menyerahkan semua dokumen dan dicek kelengkapannya, gue bertanya, “Prosesnya berapa lama?”. Dia menjawab kalo gue tunggu aja dan nanti datang 2 jam lagi. Guepun keluar dari gedung untuk mencari makan. Iya, walau belum tidur karena abis lembur, yang gue rasa cuma lapar! Hahaha

Nomor antrean untuk penambahan nama

Nomor antrean untuk penambahan nama

Pukul 10:10, gue kembali ke loket tempat si Mbak tadi. “Mbak, paspor penambahan nama atas nama Ahmad Riyanto sudah jadi?”. Si Mbak mulai mencari paspor gue di antara beberapa tumpukan dan kemudian menyerahkan sebuah paspor sambil menunjukkan halaman 4 paspor dan bertanya, “Tolong dicek namanya sudah benar belum.” Gue mengangguk melihat nama “Ahmad Riyanto Dalijo” di halaman itu. Dan si Mbak meminta gue memfotokopi halaman paspor itu dan menyerahkannya ke dia. Voila, sekarang “Ahmad Riyanto Dalijo” udah bisa ke Arab (insha Allah). Uang yang dikeluarkan untuk proses penambahan nama ini (selain ongkos dan makan), CUMA Rp 7.000 untuk “formulir” penambahan nama dan Rp 500 untuk fotokopi.

3 Nama

3 Nama

TIPS:
1. Datanglah sepagi mungkin karena saingan Anda banyak!
2. Bawa cemilan karena lamanya antrean
3. Cari teman ngobrol daripada bête ketika antre atau jika Anda anti-sosial, bawa aja buku atau gadget. Hehehe
4. Bawa dokumen ASLI!
5. Kalo punya anak, langsung kasi namanya 3 kata! X))

Advertisements

24 responses to “NAMA “AHMAD RIYANTO” NGGAK BISA KE ARAB!

  1. Numpang tanya itu cuma cap nama aja, nggak ada cap dan tanda tangan imigrasinya ya?.
    5 tahun lalu ibu saya tambah nama untuk umroh ada cap dan tanda tangan imigrasi juga. Cuma bingung pas kali ini kok nggak ada cap dan tanda tangan imigrasinya ????. Apa ini model baru ya?

    • Hi Mbak Dewi,
      Iya memang utk sblm2nya selain nama (yg biasanya tulisan tangan) akan dibubuhi cap & ttd yg berwenang. Tp sepertinya utk mempersingkat waktu proses jadi diubah berupa printing saja

      • Iya saya juga baru nambah nama ga ada cap n ttd petugas yg berwenang.itu ga masalah ya, di Arabnya?

  2. selamat siang mas , mau tanya nama saya kan hanya 2 suku kata . terus kalo saya ada penambahan nama itu ke kantor imigrasinya sesuai pembuatan paspor atau ke imigrasi yg lain bisa ga iya kira2 ?

  3. mas, mohon info dan sarannya, kalau nama saya di pasport halaman 2 yg depan ada 2 kata saja (nama asli sesuai KTP), tapi krn umroh May kemarin jadi ada penambahan nama ketiga dari bapak saya di halman 4 endorsment, seperti pasport mas . kalau seterusnya saya mau ke luar negri lagi saya pesan tiket dan urus visa hanya mengacu sesuai nama asli saya yg 2 kata dan sesuai di halaman 2 pasport, apakah bisa? atau harus sesuai halaman 4 yg 3 kata? karena maslahnya saya ada rencana ke jepang november ini, dan bingung untuk penulisan nama di tiket dan pngajuan visanya, takut bermasalah krn ada penambahan nama ketiga itu

    • Halo, terimakasih sudah mampir ke blog saya. Nama di halaman 4 passport hanya dipergunakan untuk pengurusan visa Arab Saudi saja. Jadi untuk tiket ataupun visa negara lain tetap yang valid adalah nama di halaman 2 passport. Setelah umroh, saya juga ada mengunjungi beberapa negara (baik bervisa maupun tidak), kesemua tiket dan visa menggunakan nama di halaman kedua. Semoga membantu dan enjoy Jepang 😁

      • ohhh jadi sesuai nama di pasport depan saja ya. makasih bgt y mas infonya ^^, saya ragu utuk book tiket krn bingung pemakaian nama di pasport itu, sekarang jadi sudah yakin. thx u

      • Iya sesuaikan nama di halaman depan saja ke depannya. Pihak imigrasi hanya akan scan halaman itu saja kok.

  4. Pingback: Masalah Nama Belakang Tambahan pada Paspor | Ashar Fuadi·

  5. “Nah, salah satu syarat pembuatan visa ke Negara Arab Saudi adalah nama kita harus minimal 3 suku kata. Makanya, “Ahmad Riyanto” nggak bakalan bisa ke Arab. Hehehe.”

    mas, namanya mas itu lebih dari 3 suku kata lho (coba dihitung: Ah-mad Ri-yan-to). jangan ketuker-tuker kata dan suku kata. yang pada komen di sini juga masih ada yang ketuker-tuker, gemes deh ^^

  6. Saya baru bikin paspor. Minta 3 suku kata dari awal. Tapi jadinya cuman 2 suku kata nama asli aku. Penambahan nama ada di halaman 4. Ini salah pihak imigrasi atau gmn ya? Soalnya kk saya bikin 3 suku kata langsung jadi di halaman depan padahal sblmnya dia jg ngisi formulir nambah nama kayak saya. Apa bisa diganti biar ada di halaman depan aja penambahan namanya? Kebetulan mau umroh. Apa akan bermasalah?

    • mungkin disesuaikan dengan KTP/KK nya. Untuk umroh memang yang dilihat hanya di halaman 4 itu saja kok. Nggak akan bermasalah.

  7. Saya kan baru bikin paspor nih, nah pas pesan tiket keberangkatan, saya menggunakan 3 nama, sedangkan di paspor baru ini yang di hal depan cmn ada 2 nama saja (nama asli, tanpa nama tambahan). Itu jadinya gimana ya? apa bisa pake nama endorsement untuk menyamakan dengan yang ada di nama tiket? soalnya saya beli tiket nya sebelum saya bikin paspor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s