Fine is not fine

Selama #AnthoJourney tahun lalu, perjalanan di Eropanya kebanyakan menggunakan moda transportasi kereta api, baik antarkota maupun antarnegara. Nah, mayoritas tiket keretanya udah gue beli online ketika masih di Jakarta. Kenapa mayoritas tiketnya udah dibeli online? Alasannya karena menggunakan Eurail Pass itu MAHAL BANGET! Setelah perhitungan matang dan perbandingan gue beli online point-to-point ama beli Eurail Pass, gue saving 226 Euro! Iya, 226 Euro! Kan lumayan. Hehehe. Alasan lainnya adalah waktu gw “agak” fix untuk antarnegaranya dan gue nggak punya banyak waktu luang. Huhuhu. Untuk membeli tiket kereta selama di Eropa, bisa dibeli di website Thalys untuk perjalanan Amsterdam ke Brussels dan Brussels ke Paris, website DB Bahn untuk perjalanan Munich ke Salzburg, website OBB untuk perjalanan dari Salzburg ke Zurich, website SBB untuk perjalanan dari Luzern ke Milan, serta website trentitalia untuk tiket antarkota di Italia.

Semua tiket yang dibeli online

Semua tiket yang dibeli online

Nah, walaupun seharusnya semua tiket antarkota sudah gue kantongin sebelum perjalanan, perjalanan nggak akan berkesan tanpa adanya kerikil-kerikil yang menghalau #apeu. Beberapa tiket tidak bisa gue beli online! Website SNCF dimana seharusnya gue beli tiket perjalanan Paris ke Munich selalu error ketika melakukan pembayaran. Hal ini memaksa gue membeli tiket point-to-point di sales representative Eurobytrain Jakarta dengan harga yang jauh lebih mahal. Hikz. Selain itu, beberapa jalur perjalanan di website trentitalia baru dibuka penjualannya  2 minggu sebelum tanggal keberangkatan. Lah, pas tanggal dibukanya pembelian, gue udah memulai #AnthoJourney dan selama itu gue hanya mengandalkan wifi saja. Huhuhu. Kereta regionalpun tidak bisa dibeli online melalui website trentitalia melainkan harus beli langsung di stasiun saat hari keberangkatan. Doh! Dari sinilah, perjalanan malapetaka dimulai. Jreng jreng.

Hari itu, 17 April 2014, merupakan hari yang cerah untuk mengeksplorasi menara miring Pisa. Iya, di hari itu perjalanan gue sudah sampai di kota Pisa, Italia. Rencananya eksplorasi menara miring Pisa dari pagi sampai sore ternyata gue “bosen” dan terganggu dengan banyaknya turis di sini sehingga gue persingkat jadi hanya sampai siang aja. Dan melanjutkan perjalanan ke main interest gue di Italia yaitu Cinque Terre. Alasan kenapa Cinque Terre menjadi main interest bisa kalian baca di sini. yaDari Pisa, perjalanan ke salah satu desa Cinque Terre dimana gue akan menginap terlebih dahulu harus transit di La Spezia. Perjalanan selama 2 jam dari Pisa menuju La Spezia lancar jaya. Di stasiun La Spezia, gue mencari pusat informasi Cinque Terre untuk menanyakan dimana gue bisa beli tiket ke Riomaggiore dimana gue akan tinggal selama 2 malam. Dan ternyata pusat informasinya sudah tutup! Melihat McD, guepun melangkahkan kaki ke sana. Selain dikarenakan lapar, gue akan sekalian menanyakan informasi seputar tiket. Seusai membayar ke kasir, gue langsung menanyakan tujuan utamanya dan ternyata tiketnya dibeli bukan di mesin tapi di toko kelontong! Seusai membeli tiket ke Riomaggiore seharga 2.1EUR, tetiba keretanya datang. Guepun kelimpungan ngangkat backpack 60liter gue untuk mengejar kereta dan alhamdulillah kereta terkejar. Gue duduk dengan nyaman selama 5 menit perjalanan (La Spezia ke Riomaggiore memakan waktu 7 menit jadi tersisa 2 menit lagi). Sampai dementor datang menyerap kenyamanan gue. Bukan, bukan. Kondektur datang sambil meminta tiket gue. Langsunglah gue sodorin tiket yang tadi gue beli di toko kelontong.

“You have to pay 50EUR”, kata si kondektur

“What?”, jawab gue kaget

“You haven’t validate the ticket, so you have to pay the fine”, jawab kondekturnya datar

“50 EUR?”, gue jawab lagi siapa tahu bisa didiskon

“Yes, please”, jawabnya datar lagi

“Here, Sir”, sambil memelas nyodorin pecahan 50EUR

“Passport please”

Perbedaan tiket yang divalidasi manual & tidak

Perbedaan tiket yang divalidasi manual & tidak

Bagusnya sistem di sana, duit hasil dendanya langsung dimasukkan ke sistem mereka beserta data passport kita. Itu adalah perjalanan kereta 2 menit terlama di hidup gue. Sampai di Riomaggiore gue langsung duduk lemes di stasiun meratapi melayangnya duit 50EUR gue. Memang sih bodohnya gue, nggak memvalidasi tiketnya dulu karena kirain karena sebentar si kondektur nggak akan notice. Kebiasaan menggunakan e-ticket yang memang tidak lagi perlu validasi di mesin. Ternyata emang lagi sial aja! Hikz. Jadi bagi kalian yang akan travelling ke Italia dan menggunakan moda transportasi kereta: JANGAN LUPA MEMVALIDASI TIKET KALIAN! Mesin validasi bisa dilihat di bawah.

Mesin Validasi Tiket di Italia

Mesin Validasi Tiket di Italia

Advertisements

2 responses to “Fine is not fine

  1. OMG 50 Euro?! *elus2 dompet*
    aku rada lupa sihh, dulu naek kereta dari airport Malpensa ke Milano Centrale pake validate tiket gak ya? Kalo enggak berarti aku beruntung ya 😀

    • Iya 50EUR mbak. Huhuhu
      Klo nggak validate sih beruntung bgt krn kan lumayan jaraknya hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s