8 JAM, 8 STEMPEL PASSPORT

Road Trip Borneo Utara

Road Trip Borneo Utara

Setelah setahun sejak #AnthoJourney, gue belum pergi-pergi jauh lagi apalagi menambah negara yang telah dikunjungi. Hikz. Sampai akhirnya beberapa waktu lalu gue ke salah satu negara tetangga kita yaitu Brunei Darussalam. Perjalananan gue nggak langsung ke Bandar Seri Begawan di Brunei, tetapi melalui jalur darat Pontianak-Kuching-Miri-Bandar Seri Begawan (BSB). Selain tiket pesawat langsung sangat mahal, gue juga udah cukup lama nggak mencoba perjalanan berjam-jam menggunakan bus. Gue ingin menjajal tingkat kejompoan gue. Hahaha. Perjalanan ke Borneo Utara ini cukup ambisius dan melelahkan. Bayangkan dalam 6 hari 5 malam gue melintasi 5 kota; Pontianak, Kuching, Miri, BSB dan Kota Kinabalu (KK). Dipilih kepulangan melalui KK karena ada flight ke Jakarta yang hanya 500 ribu jika dirupiahkan. Thanks to AirAsia. Hihihi. Detail perjalanannya adalah sebagai berikut:

  • Day 1: Jakarta – Pontianak lanjut Pontianak – Kuching
  • Day 2: Eksplorasi Kuching
  • Day 3: Kuching – Miri dengan AirAsia
  • Day 4: Miri – BSB
  • Day 5: BSB – KK
  • Day 6: KK – Jakarta

Bus BSB-KK

Kembali ke judul tulisan “8 Jam, 8 Stempel Passport”, kok bisa sih? Kalau dilihat, gue memang cuma mengunjungi 2 negara; Malaysia dan Brunei Darussalam. Nah tricky part-nya adalah perjalanan melintasi negara bagian di Malaysia juga harus melewati imigrasi (tidak terkecuali warga Malaysia sendiri). Delapan stempel passport ini dicap di passport gue ketika gue melintas dari BSB ke KK melalui jalur darat. Mayoritas info jika kita googling tentang perjalanan BSB-KK atau sebaliknya akan memberikan hasil menggunakan ferry via Labuan. Jalur BSB-KK via Labuan banyak ditampilkan ketika googling karena jauh lebih murah dan sedikit lebih cepat sampai (cuma beda sejam sampai sih) dibandingkan menggunakan full jalur darat. Biaya ferry BSB-Labuan hanya 18 BND ditambah ferry Labuan-KK sebesar 35 MYR, sedangkan harga tiket bus langsung BSB-KK sebesar 45 BND. Huhuhu. Sebagai tambahan, bus langsung ini hanya berangkat sekali sehari pukul 8:00 (GMT+8) dari depan waterfront BSB. Jadi kalau elo ketinggalan yaudah mesti menunggu bus besoknya. Hahaha. Gue mengambil full jalur darat ke KK karena malas repot berganti-ganti angkutan (bus ke terminal BSB, lanjut bus ke pelabuhan Serasa, ferry ke Labuan dan ferry ke KK). Dengan bus langsung, gue cukup duduk di bus aja. Walaupun ternyata nggak sesimpel itu karena melibatkan banyak turun-naik bus untuk mengecap passport dan alhasil nggak bisa tidur. Huhuhu

Perbatasan Yang Dilalui

Bus Jesselton Express berangkat tenggo pukul 8:00 walaupun bus hanya berisi beberapa penumpang saja. Iya, saat itu hanya 5 penumpang saja. Total perjalanan dari BSB ke KK memakan waktu 8 jam dimana 3.5 jam pertama merupakan perjalanan yang melelahkan karena gue harus turun naik untuk mengecap passport di 6 pos imigrasi perbatasan Brunei-Malaysia, Malaysia-Brunei dan Brunei-Malaysia; sejam digunakan untuk beristirahat, sejam berikutnya mengecap di 2 pos imigrasi perbatasan negara bagian Serawak-Sabah dan sisanya baru bisa digunakan untuk tidur. Detail pos imigrasinya adalah sebagai berikut:

  1. Kuala Lurah, Brunei Darussalam

Stempel pertama di passport didapatkan ketika keluar wilayah Brunei Darussalam setelah melalui perjalanan sekitar setengah jam dari pusat kota BSB. Di sini semua penumpang turun dari bus untuk mengecap passport keluar Brunei. Kita kembali naik ke bus untuk melanjutkan perjalanan.

  1. Tedungan, Malaysia

Keluar Brunei, kita masuk ke wilayah Malaysia dan kembali turun dari bus untuk dapat stempel kedua. Setelah semua penumpang selesai melalui imigrasi, bus kembali melanjutkan perjalanan. Di wilayah kejepit ini terdapat kota Limbang di tengah-tengahnya, dan disini bus berhenti sebentar untuk mengangkut penumpang yang akan ke Sabah.

  1. Pandaruan, Malaysia

Nggak berapa lama melintasi Limbang, bus kembali sampai di perbatasan keluar Malaysia dan penumpang turun untuk memperoleh stempel ketiga.

  1. Ujong Jalan, Brunei Darussalam

Bus kembali memasuki wilayah Brunei di seberangnya yaitu Temburong dan penumpang kembali turun bus untuk mendapatkan stempel keempat. Yup, Brunei Darussalam terpisah dua bagian, diapit oleh wilayah Limbang, Serawak, Malaysia. Sementara jalan utama dari BSB menuju KK harus melalui kedua bagian Brunei tersebut. Hal inilah yang menyebabkan kita harus keluar masuk Brunei-Malaysia. Di sini imigrasinya agak sedikit ribet karena semua tas kita harus diturunkan dan diperiksa secara MANUAL! Semua tas dibuka dan ditanya-tanya apa ini-itu bukan melalui mesin scanner seperti di bandara.

  1. Labu, Brunei Darussalam

Tak sampai setengah jam perjalanan, bus kembali memasuki pos imigrasi perbatasan untuk keluar Brunei yang terakhir kali, Penumpang turun bus dan dapat mendapatkan stempel kelima.

  1. Mengkalap, Malaysia

Lepas Brunei Darussalam, kita kembali masuk wilayah Serawak, Malaysia dan penumpang kembali mengecap stempel di passport-nya untuk keenam kalinya. Lepas dari pos ini, sekitar setengah berikutnya kita tiba di Lawas untuk beristirahat selama 1 jam setelah menempuh perjalanan sekitar 3,5 jam termasuk pemeriksaan imigrasi selama 6 kali.

  1. Merapok, Sarawak/Malaysia

Nah, perjuangan akan segera berakhir. Sekitar sejam dari Lawas, bus kembali memasuki pos imigrasi. Sebagaimana gue singgung di atas, untuk melewati negara bagian di Malaysia perlu melalui proses imigrasi juga. Di sini, gue tertahan agak lama oleh petugas imigrasinya. Well, biasalah masalah passport hijau, disangka TKI! Gue bilang kalau gue mau pulang lewat KK ke Jakarta dan mereka meminta gue menunjukkan tiketnya. Begitu gue menunjukkan tiket kepulangan gue, si petugas langsung mengecap passport gue dan langsung diserahkan ke petugas imigrasi Sabah. –bersambung ke bawah hahaha—

  1. Sindumin, Sabah/Malaysia

Pos imigrasi ini sebenarnya sebelahan dengan pos sebelumnya atau bahasa kerennya one-stop-imigration. Setelah melihat tiket kepulangan gue, si petugas mengecap passport gue dan menorehkan tulisan di stempelnya. Begitu passport udah di tangan gue, ternyata gue cuma dikasih tinggal di Sabah selama sehari lebih dari tiket gue! Padahal kan biasanya di Malaysia dapat tinggal selama 30 hari sejak distempel. Huhuhu. Dan setelah proses imigrasi terakhir ini, akhirnya gue bisa tidur tenang hingga sampai ke Kota Kinabalu.

Stempel di Passport

Stempel di Passport

Advertisements

12 responses to “8 JAM, 8 STEMPEL PASSPORT

    • ini terlalu maksa sih mas. hehe. sebenarnya klo mau capek bgt paling nggak spend 1/2 hari di satu kota. makasih udah mampir mas 🙂

  1. Iya, maksudku tadi bukan yang kejar stempelnya 🙂 tapi perjalanan menuju Brunei yang melintasi beberapa kota itu. Asoy

    • hehehe…hrs niat donk :p
      mending pake stempel maenan aja…bisa bentuk tokoh kartun hihihi

  2. Halo kucingbloon!
    Benar-benar menggelitik minat nekad saya utk melakukan hal yg sama 🙂

    Anyway, kalo dari Kuching – BSB pake bus bisa berapa jam ya?
    Jadi saya mo coba full darat.

    Lalu, trip darat ini kamu abis budget berapa, sampe Rp10 jt lebih kah?

    Makasih, sharing story-nya bener2 menginspirasi!

    “It’s not just about the destination, but the journey”

    http://makanangin-travel.blogspot.com/

    • halo makan angin,
      thanks udah mampir ya. kalo lamanya Kuching-BSB saya kurang tau. Tapi teman ada yang pernah coba full day deh kalo nggak salah. kalo budget saya, nggak lebih dari 3 jutaan kok 😀

  3. Gilak juga jalur darat, pasti gemporlah kompor tuh. Duduk terus kan ya? Berapa tiket bus Pontianak Kuching mas?Trus Miri ke bsb tiket bus juga kan? Kira kira untuk biaya perjalanan tanpa nginap dan makan keliling itu habis berapa ya?

    • Hahaha. Nggak gemporlah. Kan sempet stay jg. Tiket Pontianak-Kuching kalo nggak salah sih skitar 200rb. Iya betul dr Miri ke BSB saya lanjut bus lagi. Kalo budget transportasinya saja sih (bus Pontianak-Kuching, flight Kuching-Miri, bus Miri-BSB, bus BSB-KK) sekitar 900an rb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s