Serunya Berenang Bareng Hiu Paus

Awalnya, gue nggak pernah ada rencana untuk mengunjungi Gorontalo. Wilayah yang sebelumnya masuk ke provinsi Sulawesi Utara ini entah kenapa nggak pernah gue masukin ke salah satu list yang pengen gue kunjungi (Maaf kepada warga Gorontalo hehe) sampai ketika gue bikin itinerary ke Kepulauan Togean di Sulawesi Tengah. Apa hubungannya Togean yang di Sulawesi Tengah ama Gorontalo, Tho? Well, Togean bisa diakses melalui Palu via Ampana atau melalui Gorontalo. Dalam perjalanan gue ke Togean, gue menyelipkan Gorontalo karena di media ramai diberitakan tentang kemunculan hiu paus yang sedang bermigrasi di Gorontalo. Dan di salah satu video yang diunggah di youtube, kita bisa berenang bareng hiu pausnya! Arghhh. Dulu gue kepengen banget ke Nabire untuk berenang bareng hiu paus tapi belum kesampean. Pas ke Filipina, nggak kesampean juga berenang bareng hiu paus di Oslob. Allah ngasih kesempatan banget nih buat berenang bareng hiu paus di Gorontalo sekalian ke Togean. Hehehe. Akhirnya, itinerary ke Togeannya berangkat lewat Palu dan pulang lewat Gorontalo. 😀

Hiu paus di Gorontalo bisa ditemui di pantai Botubarani, agak sedikit di luar kota Gorontalo. Kemarin sih, gue sewa bentor seharian untuk keliling Gorontalo sekalian ke pantai Botubarani sejak kedatangan gue di pelabuhan Gorontalo dari Togean. Bapak Muchtar sang pengemudi bentor ini baik sekali jadi jika ada yang mau ke Gorontalo dan berniat sewa bentor, nanti akan saya kasih nomor beliau. Perjalanan dari kota ke pantai ini sekitar 30 menit dengan pemandangan pantai tiada henti (dan Pak Muchtar tiada henti juga bercerita tentang kota Gorontalo dan sejarahnya). Sesampainya di daerah Botubarani, nggak ada patokan jelas dimana letak pantai terdekat dengan hiu pausnya. Namun, sepanjang jalan warga lokal “menyewakan” lahan rumahnya menjadi parkiran mobil atau motor. Akhirnya Pak Muchtar menanyakan ke warga lokal dimana pantai “terdekat”nya. Patokan pantai “terdekat” adalah pabrik pengolahan udang atau dimana suara speaker dari “pengelola” mulai terdengar. Untuk mendekat ke hiu paus, warga lokal “mengelola” dengan memungut biaya, Biaya sewa perahu sekitar 50ribu/kepala, sedangkan biaya snorkeling (bawa snorkeling sendiri) sekitar 25ribu.

Gue, tanpa guide, langsung pake alat snorkel dan berenang menuju kerumunan perahu. Iya, hiu pausnya dikerubungin perahu-perahu yang disewakan warga berisi pengunjung yang ingin melihat lebih dekat. Walaupun dekat dengan bibir pantai, kedalaman lautnya cukup dalam karena lokasinya berupa palung. Pantas saja hiu paus sebesar itu kok berenangnya dekat pantai. Begitu gue melihat hiu paus pertama kali, gue kaget! Pas di depan mata, muncul “raksasa” gede banget! Pertama liat hiu paus cuma di aquarium pas di Osaka, kali ini liat langsung depan mata di laut! Setelah terbiasa, gue mulai bermain-main dengan mereka, Iya, hiu pausnya nggak cuma satu! Ada 5 hiu paus yang gue liat hari itu. Begitu mendekat, gue liat beberapa dari mereka terluka di bagian kepalanya. Dan setelah beberapa lama, gue tau penyebabnya; kepentok perahu! Poor whalesharks 😦

Me & Whaleshark

Me & Whaleshark

 

Update terbaru: Menurut info, hiu pausnya sudah bermigrasi ke tempat lain

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s