Visa New Zealand: Mudah Tapi Nggak Murah

Alhamdulillah, udah berhasil mencoret destinasi impian lainnya, yaitu New Zealand. Bulan Mei 2017, mimpi untuk ke New Zealand udah bukan lagi mimpi! Dream came true! Jauh sebelum New Zealand dijadikan tempat shooting film-film Lord of The Rings (LOTR) oleh Peter Jackson, gw udah memimpikan untuk meninggalkan jejak di sana. Gw makin ngiler ketika melihat visualisasi Middle Earth di LOTR. Namun berhubung tiket dan biaya ke sana nggak murah, gw masih mengurungkan niat. Sampai Desember 2016, gw dapat tiket murah ke Sydney. Dan berhubung belum mau explore Australia, gw membeli tiket lanjutan ke New Zealand. Impulsive? Banget! Hahaha.

Sebagai warga negara Indonesia dengan tingkat kesaktian paspor masih di bawah negara tetangga (red. Malaysia dan Singapura), kita masih harus memiliki visa untuk memasuki negara Kiwi. Seperti biasanya, gw selalu mandiri dalam mengajukan visa. Riset tentang proses pengajuan visa sama menyenangkannya dengan riset tentang itinerary itu sendiri. Dan berdasarkan riset, sebenarnya New Zealand juga mengenal e-Visa sebagaimana India dan Turki (karena sudah mengajukan e-Visa kedua negara ini). Namun, seperti kebanyakan traveler, inginnya ada stiker nempel di paspor. Hahaha. Lagipula, waktu cukup memadai untuk apply visa New Zealand sekalian visa transit Australia (visa transit Australia akan diceritakan di postingan berbeda) karena tempat pengajuan sama, yaitu di VFS Global Kuningan City.

Stiker visa New Zealand

Dokumen persyaratan pengajuan visa New Zealand adalah sebagai berikut:
1. Formulir aplikasi visa yang telah diisi lengkap. Formulir dapat diunduh di  link berikut . Kalian akan menemukan 2 jenis formulir di link tersebut. Terus formulir mana yang digunakan? Form INZ 1189 digunakan untuk masa kunjungan kurang dari 6 bulan, sedangkan form INZ 1017 digunakan untuk masa kunjungan lebih dari 6 bulan. Gampangnya, gunakan INZ 1189 jika mau single entry dan gunakan INZ 1017 jika mau multiple entry.
2. Paspor yang masih berlaku 6 bulan setelah kita tinggalkan New Zealand
3. Pasfoto 3,5 x 4,5 dengan latar putih
4. Surat keterangan bekerja dan surat cuti dari kantor
5. Rekening koran 3 bulan terakhir. Kedutaan New Zealand menyebutkan dengan jelas jumlah rekening sebesar NZD 1.000/bulan/orang sebagai syarat pengajuan
6. Itinerary perjalanan, tiket pesawat pergi pulang dan bookingan akomodasi
7. Fotokopi KTP, Kartu Keluarga dan akta
8. Membayar biaya visa Rp 1.800.000 dan service VFS Rp 240.000. Mahal? Iya! 😦

Bukti pembayaran

Untuk yang berlokasi di Jakarta, pengajuan visa New Zealand bisa dilakukan di VFS Global Kuningan City lantai 2, Jl Prof. Dr. Satrio Kav. 18 (sampingnya Mal Ambassador). Pemohon individual dan representatif dapat langsung datang pada pukul 08.00 – 16:00. Berdasarkan website kedutaan New Zealand, proses pengajuan sampai keluarnya hasil adalah 25 hari kerja, tetapi pengalaman gw, cuma 5 hari kerja. Gw ajuin hari Jum’at, dan paspor sudah bisa diambil hari Kamis. Oiya, VFS Global juga punya layanan premium untuk dikirimkan email dan SMS update aplikasi kita. Namun, ternyata tanpa bayarpun, kita dikirimkan update via email. Kalo ada yang gratis, kenapa harus bayar? Hahaha. Update aplikasi juga bisa dicek melalui website track application ini. Jadi kita bisa mengetahui sejauh mana proses pengajuan aplikasi visa New Zealand kita. Jika sudah menerima email yang menyatakan “ready for collection at the New Zealand Visa Application Centre”, kita sudah dapat mengambil paspor di VFS Global pada hari yang sama dikirimkannya email. Perlu diingat, pengambilan hanya dilayani setelah pukul 14:00.

Visa sedang diproses

Proses selesai & paspor bisa diambil

 

Advertisements

5 responses to “Visa New Zealand: Mudah Tapi Nggak Murah

  1. Aiiishhhh mahaaaal yaaaa :p. Aku pas apply bisa schengen aja ga semahal ini :p. Tp ttp sih NZ negara yg udh msk bucket listku.. Cm memang sampe 2018 plan traveling udh fix semua, ga bisa masukin NZ ke dalam.. 1-1 nya alasan kenapa aku mau kesana, hanya krn pgn bungy jumping hueheheheh :p

    Itu negara darimana bungy berasal kan :D. Suka banget nyobain wahana yg menantang gini soalnya.. Harus bisalah ke NZ 2019.. 😀

    • Hi mbak Fanny. Thanks udah mampir. Iya emang agak mahal, tapi nggak semahal US. Dan chance di-approve nya jg lebih mudah dibanding US. Selain bungy jumping, musti coba skydive di sana mbak. Mahal sih, tapi worth every dollar spent hehhe

      • Thx u for info nya. Mau nanya..hehee..buat poin no.4 (surat keterangan cuti dr kantor) <<>>. Apakah wajib utk dokumen tsb? Atau bisa diganti dgn surat sponsor dr kantor aja ya? Bln dpn insyaAllah, rencana ke NZ 😁..waktu udh mepet..tp blm apply visa jg😥.mohon infonya yaa 😊

      • kalau kemarin saya sih cuma 1 surat dr kantor aja yg menyebutkan bahwa saya benar karyawan di sana & pd periode itu sedang cuti utk liburan 😀
        semoga membantu

      • Thx u for info nya. Mau nanya..hehee..buat poin no.4 (surat keterangan cuti dr kantor) itu bntuknya spt apa ya?. Apakah wajib utk dokumen tsb? Atau bisa diganti dgn surat sponsor dr kantor aja ya? Bln dpn insyaAllah, rencana ke NZ 😁..waktu udh mepet..tp blm apply visa jg😥.mohon infonya yaa 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s